Curah Hujan Tinggi, Panen Durian Menurun

MUNGKID, SM Network – Akibat curah hujan tinggi membuat bunga durian berjatuhan sebelum mengembang, sehingga buah yang dihasilkan lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya. Kecamatan Candimulyo sendiri merupakan daerah penghasil durian di Kabupaten Magelang, yang sudah dikenal hingga ke luar kota.

Biasanya warga setempat menyelenggarakan festival sebagai bentuk syukur atas melimpahnya hasil panen durian yang melimpah, yang digelar pada bulan Maret bertepatan dengan musim panen raya durian di daerah tersebut.

Sentra penghasil durian di Candimulyo yang paling dikenal terdapat di Desa Giyanti. Desa Giyanti terdiri dari tiga dusun yakni Giyanti, Mantenan, dan Bojong. Namun, yang paling terkenal dengan hasil panen duriannya yang melimpah ialah Dusun Mantenan.

“Di Giyanti ini ada tiga dusun; Giyanti, Mantenan, Bojong. Kalau sentranya durian ya di Dusun Mantenan. Sudah diresmikan juga sebagai kampung durian sekitar tahun 2017-an,” jelas Siswanto selaku Sekretaris Desa Giyanti saat diwawancarai di Balai Desa Giyanti.

Di Dusun Mantenan sendiri terdapat hampir 150 warga yang menjadi petani durian. “Jadi bisa diartikan bahwa hampir setiap orang di dusun tersebut memiliki pohon durian,” terangnya.

Hasil panen dari para petani tersebut biasanya dijual ke pengepul, beberapa ada yang menjualnya sendiri. Siswanto menyebutkan bahwa saat ini belum ada kelompok tani di wilayahnya, sehingga petani menjual hasil panennya secara individu. “Saat ini banyak juga yang nebas. Jadi yang nggak punya pohon ya nebas dari petaninya,” imbuhnya.

Terkait dengan festival durian yang diadakan mulai tahun 2015, Sekdes Giyanti mengatakan bahwa untuk tahun ini kemungkinan ditiadakan. Hal ini mengingat sampai saat ini belum ada pertemuan di kecamatan guna membahas persiapan festival tahunan ini. Pertimbangan lain ialah hasil panen durian yang minim tahun ini, juga pandemi Covid-19 yang belum usai.

Curah hujan yang tinggi di awal tahun ini dikeluhkan oleh petani durian. Menurut salah seorang petani, Ruliyah, mengatakan jika biasanya satu pohon durian mampu berbuah hingga 700 buah, di musim hujan ini hanya mampu menghasilkan sekitar 200 buah. “Musim hujan jadi panennya sedikit, biasanya satu pohon sampai 700 buah sekarang cuma 200an. Tapi ini masih awal, puncak panennya nanti bulan Maret,” ujarnya.

Salah seorang petani lain juga, Watik, menuturkan hal serupa yakni pohon durian hanya berbuah sedikit di musim hujan ini. Ketika ditanya bagaimana mengantisipasi hal tersebut, dirinya mengaku hanya bisa pasrah karena hal tersebut diluar kendali dirinya. “Kalau musim hujan ya buahnya berkurang. Tapi ya mau gimana lagi, nggak bisa diantisipasi kalau musim hujan. Kalau disemprot itu kan antisipasi biar buahnya nggak boler, kalau hujan yaudah pasrah,” ucap seorang penjual durian didepan rumahnya.

Tinggalkan Balasan