SM/Raditia Yoni Ariya - PETIK CABAI: Soerang Petani cabai di Desa Catgawen, Kecamatan Parakan memetik cabai sret di ladangnya, kemarin.

TEMANGGUNG, SM Network – Sejumlah petani di Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung mengeluhkan, ekstrimnya cuaca yang terjadi akhir-akhir ini. Pasalnya, sudah mulai berdampak pada tanaman cabai di lahan pertanian. Akibatnya, cabai yang sudah hampir panen mulai terserang hama penyakit.

“Sekarang itu hujan terus jadi tanaman cabai banyak yang membusuk, ada yang kena patek. Kalau hujan terus begini jadi lembab, maka gampang busuk ada jamurnya,”kata Indah Maniyah, petani di Desa Catgawen, Kecamatan Parakan, Sabtu (4/4).

Vino Pradika, petani cabai lain menuturkan hal senada, selain diserang hama penyakit, saat ini petani juga mengeluhkan tidak stabilnya harga di tingkat petani. Naik turunnya harga dipasaran membuat petani kesulitan menghitung untung rugi dari hasil penanaman cabai.

“Harganya tidak tentu kalau di tingkat petani, pekan lalu sudah Rp 35.000 per kilogram lalu turun lagi jadi Rp 18.000 per kilogram, sekarang naik lagi Rp 31.000 per kilogram. Ini untuk cabai sret atau cabai setan yang saya tanam,”katanya.

Menurut dia, untuk harga di tingkat petani memang terus terjadi fluktuasi dan kemungkinan beda dengan harga di pasar. Dampak wabah korona, kata Vino sangat berpengaruh karena kondisi pasar saat ini menjadi tidak stabil, sehingga mempengaruhi daya beli masyarakat.


Raditia Yoni Ariya

2 KOMENTAR