Covid Melonjak, Verifikasi Obwis di Sleman Tetap Jalan

SLEMAN, SM Network – Lonjakan kasus Covid-19 tidak menghentikan langkah Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman melakukan verifikasi terhadap objek wisata. “Verifikasi tetap jalan. Karena keterbatasan waktu dan SDM, maka dilakukan secara virtual,” kata Kepala Dispar Sleman Sudarningsih, Selasa (22/9).

Verifikasi adalah bagian dari tahapan pemberian rekomendasi kepada usaha pariwisata untuk kembali beroperasi di masa adaptasi kebiasaan baru. Sampai dengan saat ini, Dispar telah mengeluarkan 63 rekomendasi. Sementara yang masih diproses ada 27 permohonan, dan yang terjadwal untuk dilakukan verifikasi sebanyak 56 usaha wisata.

Sebagian besar pengajuan rekomendasi yang menunggu jadwal verifikasi adalah jenis usaha angkutan wisata, yakni sebanyak 24 permohonan. Usaha lainnya dalam bentuk destinasi, hotel, restoran, jasa boga, karaoke, spa, MICE, rumah biliar, dan event pariwisata.

“Yang mengajukan rekomendasi kepada kami sebanyak 149 tempat usaha. Yang sudah dijadwalkan verifikasi ada 56 titik,” kata Ning.

Menurutnya pun tidak jadi persoalan jika ada pihak yang ingin menyelenggarakan suatu event. Nantinya, dinas akan meminta panitia menandatangani pernyataan kesediaan bertanggung jawab jika ternyata ada yang terpapar Covid-19. Pelaksanaan acaranya juga akan diawasi oleh aparat untuk memastikan protokol kesehatan dipatuhi.

Sekda Sleman Harda Kiswaya juga menegaskan tidak akan menutup pintu bagi wisatawan. “Kami buka selebar-lebarnya ruang untuk kegiatan ekonomi, asalkan taat aturan,” katanya.

Terpisah, Kepala Dispar DIY Singgih Raharjo mengungkapkan, kewenangan verifikasi ada di masing-masing kabupaten/kota. Namun Pemda DIY telah mengimbau agar meningkatkan usaha pariwisata. Khusus bagi usaha yang memiliki resiko tinggi terjadi penularan Covid-19, disarankan agar ditunda uji coba operasional terbatasnya.

“Kalau yang sudah diverifikasi, biarkan berjalan tapi disertai monitoring evaluasi. Kalau ditemui pelanggaran, pemkab pasti mengambil langkah mulai dari peringatan 1, 2 sampai sanksi penutupan,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan