SM/dok - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY Pembayun Setyaningastutie

YOGYAKARTA, SM Network – Pemda DIY akan merekrut tenaga kesehatan (nakes) lokal sebagai upaya antisipasi eskalasi kasus Covid-19. Sebelumnya, Pemda DIY telah mengusulkan penambahan 200 nakes kepada pemerintah pusat. Namun permintaan itu belum bisa diakomodir lantaran banyak permintaan serupa dari provinsi lain. Sebagai gantinya, pemda diizinkan merekrut nakes lokal.

“Pusat sudah mengizinkan nakes lokal untuk didayagunakan. Insentifnya akan dibantu dari pusat,” terang Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY Pembayun Setyaningastutie, Jumat (4/12).

Dengan persetujuan itu, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan organisasi yang terkait ketugasan nakes seperti Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Pemda DIY bakal merekrut lulusan yang berkompeten di bidang ilmu kesehatan. Sebelum diterjunkan untuk membantu pelayanan, para relawan nakes itu akan terlebih dulu diberi pelatihan singkat.

Selain nakes, sambung Pembayun, relawan non tenaga medis sebenarnya juga dibutuhkan. Tugas relawan non nakes ini adalah memberikan edukasi kepada masyarakat. “Edukasi adalah salah satu upaya untuk menyelesaikan permasalahan di hulu. Utamanya, bukan lansia dan anak-anak yang perlu sosialisasi, melainkan kalangan usia produktif yang sering bepergian ke luar rumah,” paparnya.

Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo membenarkan adanya kendala kekurangan nakes di rumah sakit. Namun persoalan ini sifatnya lintas kabupaten/kota sehingga menjadi domain pemerintah provinsi. “Itu adalah domain Pemda DIY yang bisa mengakses ke Kementerian Kesehatan,” ujarnya.