SM/Arif Widodo - RAPAT KOORDINASI : Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto memimpin rapat koordinasi penanganan Covid-19 di Rumah Dinasnya.

KEBUMEN, SM Network – Covid-19 belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Kini malah menyasar ibu hamil dan bayi. Hal itu disikapi Pemerintah Kabupaten Kebumen yang bakal memberlakukan work for home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai swasta, yakni 50 persen dari jumlah karyawan. Pembatasan juga diberlakukan di restoran atau rumah makan yakni 25 persen dan juga tempat ibadah 50 persen serta para siswa tetap belajar daring.

“Pemkab juga akan memberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dan penutupan obyek wisata serta akan membubarkan segala bentuk kerumunan yang timbul di Kebumen,” tegas Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto saat menggelar Rapat Penangan Covid-19 di Rumah Dinasnya, Jumat (8/01) malam.

Hadir Sekda Kebumen Ujang Sugiono dan Calon Wakil Bupati terpilih Ristawati Purwaningsih, Kepala Dinkes Kebumen Dwi Budi Satrio, Direktur RSDS Kebumen dan RSUD Prembun, pihak Rumah Sakit Swasta serta dokter spesialis kandungan, dokter anastesi dan kebidanan.

Menurut Arif, hal itu dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan kasus baru Covid-19. Terlebih kasus korona dan angka kematian di Kebumen cukup tinggi. Dari data terakhir tercatat ada 159 pasien atau 3,5 persen dan harus ditekan di bawah 3 persen.

Arif yang Calon Bupati Terpilih juga mengungkapkan kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kebumen kini mulai menyasar kepada ibu hamil khususnya yang akan melahirkan. Untuk itu perlu adanya kesiapan Rumah Sakit guna menyelamatkan nyawa Ibu dan bayi dari penularan wabah Covid-19 saat persalinan.

“Ini perlu diwaspadai bersama, terutama ibu hamil dan petugas medisnya, dimana bisa sangat rentan akan wabah covid 19. Belum lagi dikhawatirkan bisa mempengaruhi tumbuh kembang bayi nantinya,” imbuh Arif.

Untuk itu masyarakat diminta bisa memahami maksud dan tujuan pemerintah. Selain itu masyarakat harus melakukan penguatan protokol kesehatan dengan 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak atau menghindari kerumunan.

Sementara itu, Direktur RSDS Kebumen Widodo Suprihantoro menjelaskan, hingga saat ini, tempat tidur pasien Covid-19 hanya 71 sedangkan, pasien dalam perharinya rata-rata mencapai 55 orang. Kondisi ini tentu tidak sebanding dengan peningkatan jumlah pasien yang harus dirawat. “Tentu ini tidak sebanding dan harus ada upaya pencegahan,”ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kebumen Dwi Budi Satrio mengaku siap mengantisipasi adanya kasus kematian ibu hamil dan bayi di tengah pandemi. “Fan kita telah membangun komitmen dengan pihak terkait dan para dokter spesialis untuk mengantisipasi adanya kasus kematian ibu dan bayinya,” jelasnya.