SLEMAN, SM Network – Pengecekan pemudik yang melintas di jalur perbatasan DIY sudah mulai dilaksanakan. Petugas gabungan Dinas Perhubungan (Dishub) DIY dan kabupaten/kota bersiaga di pintu masuk untuk merazia kendaraan, terutama yang berasal dari zona merah Jabodetabek, dan Semarang.Selain tiga jalur masuk DIY yakni Jalan Magelang-Yogya, Jalan Wates-Purworejo, dan Jalan Yogya-Solo, konsentrasi aparat juga menyasar akses jalan alternatif.

“Pemudik yang mencari jalur alternatif demi menghindari razia bakal sulit. Sebab kami siapkan posko di wilayah batas DIY,” kata Kepala Dishub DIY Tavip Agus Rayanto, Senin (13/4).Pengetatan pengawasan di jalur perbatasan ini merupakan salah satu upaya untuk mencegah penyebaran virus corona.

Sejumlah aturan telah dirancang oleh Pemda DIY bagi pemudik. Semisal pemudik mobil pribadi hanya berisi 2 orang atau maksimal 3 orang termasuk sopir, serta larangan boncengan bagi pemudik yang naik sepeda motor.Jika kedapatan melanggar aturan, maka akan diinstruksikan untuk putar balik.

“Pengecekan yang kami lakukan saat ini untuk sementara masih bersifat persuasif. Satu minggu ke depan, rencananya akan diterapkan penuh dengan penegakan hukum,” ungkapnya.Saat ini, pihaknya sedang menyelesaikan proses administrasi kebijakan itu bersama instansi terkait termasuk kepolisian, TNI, dan Dinas Kesehatan.

Dasar aturannya adalah status tanggap darurat DIY, dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomer 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.Kendati Provinsi DIY belum dinyatakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), namun menurut Tavip, di dalam Peraturan Menteri pasal 2 disebutkan tentang pengendalian wilayah dan mudik lebaran 2020.

“Memang ada konsekuensi putar balik bagi pemudik yang melanggar protokol, tapi itu optional. Terus boleh, tapi diperiksa khususnya yang tidak tidak sesuai Peraturan Menteri,” tukasnya.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan, pemudik yang tiba di wilayahnya tetap akan diterima sepanjang taat aturan menerapkan isolasi mandiri selama dua minggu. Sampai saat ini pun sudah ada lebih dari 4.000 pemudik yang masuk ke Sleman.

“Di titik perbatasan, Dishub bersama TNI/Polri akan mendata tujuan pemudik. Tapi seketat-ketatnya pengawasan di perbatasan, yang lebih tahu adalah aparat dusun setempat,” tandasnya.Karena itu, pengurus RT dan RW sangat penting dalam menyukseskan social distancing, dan isolasi mandiri bagi pendatang dari daerah merah.

“Mudah-mudahan dengan PSBB yang dilaksanakan di Jabodetabek, jumlah pemudik akan semakin berkurang,” ujarnya.


Amelia Hapsari