SM/Arif Widodo - BERI PENGARAHAN : Rektor IAINU Kebumen Imam Satibi memberi pengarahan saat sosialisasi Jogo Santri di Auditorium IAINU Kebumen.

KEBUMEN, SM Network – Pesantren saat ini telah teridentifikasi oleh Dinkes Kebumen menjadi subklaster penyebaran Covid-19. Untuk mencegah klaster baru di tempat mondok tersebut, Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PCNU Kebumen, Gus Fachruddin Achmad Nawawi menggencarkan sosialisasi Jogo Santri. Kali ini berlangsung di Auditorium IAINU Kebumen.

‘’ Kami mengimbau agar pesantren tetap menerapkan protokol kesehatan serta membentuk tim Jogo Santri yang selalu siap mengontrol keadaan para santri di pondok,” ujar Gus Fachru, sapaan akrab Fachruddin Achmad Nawawi.

Dari data terbaru yang ia terima pada Rabu (23/9), ada sebanyak 60 santri dinyatakan positif Covid-19. Dikatakan Gus Fachru, selain mengontrol keadaan para santri di masa pandemi Covid-19, juga mengawal penerapan prototokol kesehatan santri, seperti menjaga jarak, memakai masker dan selalu mencuci tangan dengan sabun.

Ia lantas menyebut tindakan melindungi diri sendiri dan orang lain itu dengan cara menerapkan 3M. “Tiga M tersebut yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun,” ucap Gus Fachru yang Pengausuh Pondok Pesantren Al-Hasani Alian Kebumen itu.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan atas kerjasama dengan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kebumen ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan, Rektor IAINU Kebumen Imam Satibi serta para pengurus pondok pesantren di bawah naungan RMI PCNU Kebumen.

Rektor IANU Kebumen Imam Satibi menyampaikan pentingnya pendampingan dari pihak terkait untuk melakukan pencegahan sekaligus penanganan Covid-19 di pesantren. Pada Kesempatan itu, Wabup Arif menjelaskan, saat ini virus Covid-19 telah bermutasi dan penyebarannya sangat cepat. Untuk itu masyarakat harus mengenali bagaimana penyebaran virus tersebut dan jangan menganggap remeh.

” Kenapa protokol kesehatan diharuskan mencuci tangan, menggunakan masker dan juga jaga jarak ? Tentunya ini salah satu cara yang efektif untuk mencegahnya agar tidak tertular,’’ ujarnya.

Kepada para santri, Wabup Arif mewanti-wanti jika ada yang sakit segera melapor ke pihak pondok dan nantinya pengurus segara berkoordinasi dengan petugas kesehatan setempat. “Terkhusus bagi santri yang terkofirmasi Covid-19, maka harus melakukan isolasi selama 14 hari,” imbuhnya.

3 KOMENTAR