Cegah Covid-19, PDAM Ciptakan Mesin Sanitizer Otomatis

PURWOREJO, SM Network – Bermula dari keprihatinan terhadap wabah virus corona (covid-19), Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Purworejo menciptakan mesin sanitizer otomatis atau Automatic Sanitizer Machine (ASM) yang dapat menyemprotkan cairan disinfektan secara otomatis dengan sensor gerak.

Direktur PDAM Tirta Perwitasari Purworejo, Hermawan Wahyu Utomo, mengungkapkan bahwa PDAM masuk dalam Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Purworejo. Dalam menjalankan peran tersebut, pihaknya mensuplai air baku untuk penyemprotan disinfektan di tempat-tempat umum bersama Satpol PP Damkar.

“Kami juga membuat ASM yang bisa menyemprot disinfekten secara otomatis dengan adanya sensor gerak. Menyemprot full body (seluruh bagian tubuh) orang yang melewatinya,” ungkap Hermawan, kemarin.

Alat itu dipasang di depan pintu masuk gedung atau ruang pelayanan PDAM sehingga masyarakat atau pelanggan yang akan masuk maupun keluar secara otomatis tersemprot disinfektan dari perangkat tersebut. Hermawan berharap penerapan alat ini bisa diduplikasi oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD)-OPD di lingkungan Pemkab dalam upaya mencegah penyebaran covid-19.

“Semoga ini bisa ditiru OPD lain, demi kesehatan kita bersama. Bisa dirangkai sendiri, terdiri dari komponen sensor gerak, pompa semprot, dan bak penampungan berkapasitas 250 liter mencukupi untuk pelayanan satu hari. Saya sudah sampaikan ke Pak Sekda, kalau OPD pelayanan yang lain mau menerapkan silahkan,” tuturnya.

Perangkat ASM ini, kata Hermawan, juga akan diterapkan di lima kantor cabang PDAM, yakni di Cabang Purworejo, Banyuurip, Purwodadi, dan Kutoarjo. Dalam program turut menanggulangi covid-19, PDAM bersama BUMD-BUMD lain juga akan memasang perangkat sanitizer manual untuk cuci tangan di 15 titik area publik. Antara lain di Pasar Baledono, Pasar Suronegaran, Pasar Kongsi, stasiun, terminal, kompleks Setda, dan di Kutoarjo.

“Selama wabah corona ini kami juga mengikuti anjuran pemerintah, jam kerja kami kurangi, pelanggan lebih kami arahkan untuk melakukan pembayaran secara online. Jam layanan biasanya sampai jam 16.00 sekarang sampai jam 15.00. Dengan diarahkan online, memang yang datang langsung agak berkurang,” imbuhnya.


Panuju Triangga

Tinggalkan Balasan