SM/Dananjoyo - Foto : Dok Pri

Penyakit menular asal Tiongkok yang diakibatkan oleh COVID-19 atau virus corona telah merambah seluruh dunia hingga menjangkitisekitar 672 ribu jiwa di 201 negara dengan jumlah kematian mencapai 31 ribu orang, termasuk Indonesia.

Hingga Minggu (29/3) tercatat, 1.285 orang terinveksi virus ini dan membuat semua elemen masyarakat turut serta peduli mengajak menjalankan anjuran pemerintah untuk tetap di rumah aja, tidak terkecuali salah satu lelaki generasi milenial Yandry Daniel Damaledo. Penulis salah satu media online di Yogyakarta ini getol melakukan kampanye #DirumahAja.

Ia menceritakan alasan kenapa ikut serta dalam pencegahan penyebaran virus corona kepada Suara Merdeka di sela aktivitasnya. “Karena sejak corona COVID-19 ditetapkan oleh WHO sebagai pandemi, virus ini jadi ancaman bagi kita semua. #DirumahAja tujuannya untuk memutus mata rantai virus corona covid-19 agar penyebarannya tidak semakin masif. Apalagi penyebarannya lewat kontak antar manusia dengan manusia” jelasnya.

Kondhang dengan sebutan Andry, lelaki yang aktif di media sosial dengan memiliki pengikut hingga 12 ribu lebih di Instagram ini menyebutkan, dengan menjaga jarak sosial atau social distancing dan tetap di rumah aja serta menjaga kebersihan, kita bisa terhindar dari virus itu. Pria kelahiran 17 November, 29 tahun silam ini pun berupaya supaya generasi muda mau ikut anjuran #dirumahaja, salah satu caranya dengan aktif membagikan artikel soal corona COVID-19 setiap hari dan kampanye #dirumahaja melalui medsos yang ia miliki.

“Saya manfaatkan medsos, apalagi di era digital seperti sekarang ini. Semua orang pasti punya medsos, paling tidak kalau orang malas nonton berita, mereka bisa dapat informasi dari medsos. Saya selalu share artikel soal corona covid-19, video, kampanye di IG, FB, Twitter, sampai di story WA, supaya banyak yang aware. Biasanya saya juga posting update perkembangan jumlah korban yang semakin hari semakin melonjak. Supaya apa? Supaya orang-orang yang belum aware itu jadi paham bahwa virus ini jadi ancaman,” terang dia.

Pemuda berdarah Kupang, NTT yang fasih berbahasa Jawa ini juga memberikan tips supaya tidak bosan #dirumahaja. “Banyak kok hiburan, apalagi sekarang sudah serba canggih. Biasanya biar tidak bosan, saya dengar musik di spotify, Kalau enggak, nonton youtube, netflix. Biasanya kalau kangen sama keluarga, saya video call aja ngobrol. Lumayan terhibur, kan. Jadinya enggak bosan,” ujarnya.

Penyuka musik dan travelling ini berharap masyarakat bisa lebih aware dengan tidak mengabaikan imbauan pemerintah soal social distancing dan stay di rumah saja. “Itu kuncinya kalau kita mau bebas dari virus ini. Karena jujur, saya melihat masih banyak masyarakat yang abai dan tidak peduli, justru sikap seperti itu yang sangat membahayakan, bukan untuk diri mereka saja, tapi juga semua orang,” imbuh Andry.

Selain itu, Andry juga berharap pemerintah agar bisa mengambil langkah tegas, support tenaga medis, memberikan informasi yang transparan ke masyarakat, alat-alat kesehatan dan kebutuhan seperti masker, hand sanitizer juga diperbanyak.

“Kampanye-kampanye kesehatan juga perlu diperbanyak. Untuk sektor ekonomi, yang terpenting adalah menjamin kecukupan logistik ke masyarakat agar tidak timbul panic buying,” pungkasnya.


SM Network/Dananjoyo/Kim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here