SM/Arif Widodo : Beny Surahman

KEBUMEN, SM Network – Mencari pemimpin tidak korupsi menjadi keniscayaan bagi Kebumen yang disapu operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Apalagi pengembangan perkaranya sejak 2016, ternyata sampai sekarang masih terdapat mantan pejabat yang terlibat korupsi itu mendekam di penjara.

Perhatian tersebut disampaikan Aktivis Relawan Pejuang Demokrasi (Repdem) Kebumen, Beny Surahman dengan menyerukan komando dari Puan Maharani, yang juga Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).

“Ini penting kami utarakan karena dalam menghadapi Pilkada serentak 2020, justru yang mengemuka adalah kampanye Kebumen bebas korupsi,” ucap Beny, Senin (11/8). Anehnya, hal tersebut justru dilekatkan dengan partai politik yang sementara ini mengarah calon tunggal. Di mana terdapat partai besutan Megawati Soekarno Putri yang tidak lain Ibunya Puan Maharani.

Menurut Beny, dengan mengampanyekan Kebumen bebas korupsi, maka ada anggapan bahwa daerah berpenduduk sekitar 1,3 juta jiwa ini hendak dibawa ke zaman jahiliyah yang tanpa teladan dan aturan. Padahal, baik Megawati maupun Puan Maharani selalu wanti-wanti agar tidak korupsi atau menyalahi hukum.

“Kalau memang Kebumen mau dijadikan bebas korupsi, mbok yao jangan dipamerkan di sana sini,” ucap Beny dengan menunjukkan mobil branding yang bersliweran dengan gambar kandidat bupati – wakil bupati. Mobil branding itu juga mencantumkan akronim mirip slogan daerah lain yakni Asri.

Hal tersebut dirasa Beny kurang peka terhadap daerah berslogan Beriman ini. Di samping itu tidak sepantasnya pula disikapi sedemikian bangga. Apalagi kalau kandidatnya ternyata masih ada hubungan dengan mantan pejabat yang terlibat korupsi dari pengembangan OTT KPK di Kebumen. Dan apabila yang dimaksudkan dengan menyebut bebas korupsi itu bersih dari rasuah, Beny lantas menyarankan agar diganti.

“Ya, ganti juga dengan kandidat yang benar-benar bersih dari masa-masa suram Kebumen serta bukan kandidat yang mengedepankan arogansi. Apalagi, daerah ini juga tercatat paling miskin di Jawa Tengah setelah terjadi pergantian bupati dan pengisian wakil bupati antar waktu pada 2019,” imbuhnya.

Beny pun kemudian berujar tidak ada pilihan lain, seraya menyerukan komando dari Puan Maharani, “Carilah pemimpin Kebumen yang tidak korupsi”. Selanjutnya, kata Beny, sebagai sayap partai, Repdem perlu mengingatkan para pengurus anak cabang (PAC) PDIP Kebumen yang baru. Mereka yang tersebar di 26 kecamatan Se-Kebumen itu telah terpilih dari hasil musyawarah anak cabang (Musancab).

“Kita harus bersatu padu melawan korupsi di Kebumen dan siap berjuang untuk kemenangan PDI Perjuangan. Baik dalam menghadapi Pilkada serentak 2020 maupun Pemilu yang akan datang,” terang Beny yang juga Direktur PT Bumi Awiata Nusantara itu.


Arif Widodo / K5

6 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here