Capai Miliaran Rupiah, Ini Nilai Subsidi Setiap Klub Liga 1

SLEMAN, SM Network – Cukup besar angka subsidi yang bakal diterima klub Liga 1 kala kompetisi sepak bola profesional di Tanah Air digulirkan kembali Oktober mendatang setelah sekarang terhenti lantaran pandemi Covid-19. Tak tanggung-tanggung setiap klub bakal mendapatkan subsidi sebesar hampir Rp 5 miliar dari operator kompetisi, PT Liga Indonesia Baru (LIB).

Hal ini sebagaimana diutarakan Marco Garcia Paolo, Direktur Utama PT Putra Sleman Sembada, perusahaan pengelola PS Sleman. Dari informasi yang diterimanya PT LIB bakal memberikan subsidi sebesar Rp 800 juta setiap bulan dalam lanjutan Liga 1 nanti. Dengan asumsi kompetisi berlangsung enam bulan, setiap kontestan bakal mendapatkan Rp 4,8 miliar. Marco pun mensyukuri nominal subdisi yang dijanjikan operator kompetisi tersebut. Namun, dirinya juga memberikan catatan dan komentar berkait nominal tersebut.

“Kami tentu bersyukur dan mendukung segala keputusan dari PSSI dan PT LIB. Namun, apakah jumlah itu relevan dengan kondisi yang ada saat ini?,” kata dia, Minggu (2/8).

Kondisi yang dimaksud dia adalah masih berlangsungnya pandemi Covid-19, bahkan jumlah positif juga terus bertambah.
“Termasuk dengan resiko besar pandemi Covid-19. Bukan masalah cukup atau tidak, tapi harus benar-benar dicermati dan dihitung,” jelasnya.

Dia memaparkan, awalnya setiap klub mendapatkan subsidi Rp 5 miliar yang dibayarkan selama 10 bulan mulai Maret hingga Desember sesuai perhitungan kompetisi. Hingga saat ini, klub sudah mendapatkan dua kali gelontoran dana sekitar Rp 1 miliar.

Saat lanjutan kompetisi nanti, klub mendapatkan subsidi Rp 800 juta selama enam bulan yaitu September hingga Februari dengan total Rp 4,8 miliar. Artinya, setiap klub total mendapatkan anggaran Rp 5,8 miliar atau lebih besar Rp 800 juta dari rencana subsidi awal.

Namun, Marco menyebut semua pihak baik PT LIB dan klub harus melihat gambaran besar kebutuhan tim, tak hanya soal subsidi lebih besar Rp 800 juta. Menurutnya, lanjutan kompetisi nanti berjalan dengan resiko yang sangat tinggi di tengah pandemi Covid-19.

“Apalagi klub seperti kami (di Sleman) tidak mendapat kemudahan seperti tim-tim lain dari luar Jawa seperti hotel yang didiskon 50 persen. Kalau kita hitung keseluruhan, jika bicara segi bisnis angka itu (Rp 800 juta) juga tidak masuk,” papar dia.

Meski begitu, sebagai tim yang patuh terhadap regulasi, pihaknya tetap akan mengikuti kompetisi tersebut.
“Namun, apapun kami dari PSS tetap memberikan apresiasi dan siap melanjutkan kompetisi. Kami tetap mendukung agar sepak bola kita terus berkembang setiap musimnya,” tandas eks CEO Badak Lampung tersebut.


Gading Persada

5 Komentar

  1. Like!! Thank you for publishing this awesome article.

  2. Good one! Interesting article over here. It’s pretty worth enough for me.

Tinggalkan Balasan