Cangkringan Tidak Lagi Jadi Zona Hijau

SLEMAN, SM Network – Kecamatan Cangkringan kini ditetapkan sebagai zona kuning berdasar pemetaan epidemiologi Covid-19 yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman. Sebelumnya, selama lebih dari tiga bulan sejak ditemukan kasus positif pada pertengahan Maret silam, Cangkringan berhasil mempertahankan status hijau. Namun per 27 Juli 2020, kecamatan yang terletak di lereng Merapi itu berubah menjadi zona kuning setelah ditemukan satu orang yang positif.

Camat Cangkringan Suparmono mengungkapkan, pasien positif itu merupakan warga Bogor yang pulang ke Cangkringan untuk keperluan berobat. Setiba di rumah tanggal 13 Juli, yang bersangkutan telah menunjukkan surat keterangan sehat, dan di-rapid test dengan hasil negatif. Namun hasil tes kedua menunjukkan reaktif.

“Pasien tersebut memang memiliki beberapa komorbid termasuk liver. Pulang ke Sleman untuk kepentingan berobat penyakitnya itu,” katanya saat dikonfirmasi, Rabu (29/7).

Berdasar catatan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sleman, identitas pasien positif di Kecamatan Cangkringan adalah perempuan usia 39 tahun yang memiliki riwayat perjalanan dari Jakarta. Setelah ditemukan kasus positif, gugus tugas hingga tingkat dusun bergerak cepat dengan melakukan rapid test terhadap warga sekitar tempat tinggal pasien di Dusun Gayam, Desa Argomulyo.

Pria yang akrab disapa Pram ini menjelaskan, ada 28 warga yang mengikuti rapid test. Hasilnya, satu orang yakni ibu pasien bersangkutan yang berusia 80 tahun, dinyatakan reaktif. Warga dengan hasil uji reaktif itu kemudian dirujuk ke RSUD Prambanan untuk menjalani prosedur tes swab. “Pasien positif itu tinggal bersama tiga anggota keluarga di rumahnya. Semua sudah dirapid test termasuk tetangga yang tinggal berdekatan, dan hasilnya satu reaktif,” ujarnya.

Sementara, warga yang dinyatakan non-reaktif menjalani isolasi mandiri selama dua minggu ke depan. Atas kesepakatan mereka, isolasi tidak hanya dilakukan oleh warga di tiga rumah yang menjalani rapid test namun diperluas hingga delapan rumah. Sehingga, ada 34 jiwa penduduk yang diisolasi mandiri.

Keperluan logistik warga yang isolasi ditanggung secara gotong-royong dengan dana dari desa. Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sleman Shavitri Nurmala Dewi mengatakan, dari peta epidemiologi terakhir terdapat tujuh kecamatan yang masuk zona kuning yaitu Moyudan, Seyegan, Tempel, Turi, Cangkringan, Berbah, dan Prambanan. Sedangkan wilayah zona oranye meliputi Minggir, Godean, Gamping, Mlati, Sleman, Ngaglik, Depok, Pakem, Ngemplak, dan Kalasan.
“Disebut zona kuning jika pernah atau masih ada kasus positif di salah satu desa,” terangnya.


Amelia Hapsari

Tinggalkan Balasan