ilustrasi

SLEMAN, SM Network – Masa pandemi Covid-19 telah mengubah pola transaksi sebagian konsumen dari yang semula konvensional ke online. Mengikuti perkembangan tren itu, sejumlah pedagang di pasar tradisional juga mulai beralih ke sistem daring.Lewat layanan belanja mudah dari rumah, calon konsumen tinggal memesan via aplikasi WhatsApp atau sms.

Beragam barang disediakan mulai dari sembako, sayur, daging, ikan, buah hingga fashion. Merujuk data Disperindag Sleman, sudah ada 9 pasar tradisional yang menggulirkan layanan ini yakni Pasar Cebongan, Denggung, Pakem, Gentan, Kalasan, Gamping, Sleman Unit II, Condongcatur, dan Sambilegi.

Ada pula toko online Sleman Mart dibawah kewenangan Dinkop UKM Sleman. Untuk mendukung anjuran physical distancing, Sleman Mart juga menyediakan layanan terbaru antar produk sembako. Menurut Bupati Sleman Sri Purnomo, berbagai model transaksi daring itu bertujuan menjamin ketahanan pangan warga. Tidak hanya di tataran dinas, para camat juga diinstruksikan untuk menyukseskan program itu.

“Kemarin, saya sudah mengadakan video conference dengan semua camat. Mereka diminta turut mendampingi pasar dan toko tradisional yang menerapkan sistem jualan online,” katanya saat dikonfirmasi, Sabtu (11/4).

Bentuk dukungan itu semisal sosialisasi sampai level desa. Sasarannya tidak hanya warga yang menjadi konsumen, namun juga pedagang supaya mereka tertarik ikut mengaplikasikan sistem tersebut. Dikatakan Sri, banyak keunggulan dari transaksi online.

Bagi konsumen, tidak perlu repot ke luar rumah. Sedangkan bagi pedagang, jualan secara online diharapkan mampu membantu mereka bertahan di tengah situasi pandemi corona yang berefek mengguncang perekonomian. 

“Toko online juga harus disiapkan sampai tingkat desa. Supaya masyarakat tidak perlu jauh-jauh membeli bahan kebutuhan pokok, sehingga menekan ongkos kirim,” tukasnya.


Amelia Hapsari