Calon Tunggal Diniliai Tidak Demokratis

WONOSOBO, SM Network- Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanudin Muhtadi menilai calon tunggal dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tidak demokratis. Secara substansi demokrasi adalah manusia lawan manusia bukan lawan kotak kosong, meskipun ada kemungkinan dapat menekan politik uang dalam Pilkada.

“Kita harus menegakkan prinsip demokrasi yaitu antar orang, bukan antar orang dengan kotak kosong. Bahwa politik uang punya dampak buruk iya, tapi kita harus mencari cara lain bagimana bisa mengurangi politik uang tanpa harus mengurangi hak rakyat untuk memilih calon lebih dari satu,” ujarnya saat ditemui wartawan usai menjadi pembicara dalam acara bedah buku di Front One Harvest Hotel Wonosobo, Sabtu (25/7).

Hal itu diungkapkan Burhanudin Muhtadi usai menjadi pembicara dalam acara bedah buku karyanya berjudul “Kuasa Uang, Politik Uang dalam Pemilu Paska Orde Baru” yang digelar Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Wonosobo dengan tajuk “Mewujudkan Pilkada Berintegritas Bebas Money Politik”.

“Calon tunggal dalam Pilkada itu bisa muncul karena ada dominasi partai. Atau terbangun koalisi besar antar partai. Sehingga tidak ada peluang calon lain untuk ikut berkompetisi dalam politik tingkat lokal. Kita bisa contohkan di Solo PDIP mendapat 30 kursi dari 45, ketika PDIP sudah mendukung Gibran yang lain tidak ada kesempatan, jadi masyarakat tidak memiliki pilihan lain” tegasnya.

Karena prinsip demokrasi, sambungnya, jangan sampai rakyat diberi pilihan hanya satu pasangan tunggal. Calon pasangan tunggal mungkin bisa mengurangi politik uang tapi tidak bersifat mutlak. “Jadi karena prinsip demokrasi harus ada pilihan, siapa pun tidak boleh mengurangi hak publik untuk memilih pasangan calon lebih dari satu. Agar banyak calon, syarat pendaftaran harus dikurangi, calon independent dipermudah,” sebutnya.

Burhan menyarankan, partai politik harus mencari cara agar tidak ada calon tunggal dalam Pilkada 2020 nanti dan residu politik uang bisa hilang. Dengan banyak pasangan calon kualitas demokrasi lokal juga akan meningkat. Seperti diberitakan sebelumnya, saat ini baru ada satu pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati dalam Pilkada 9 Desember mendatang yang sudah mengantongi rekomendasi partai, yakni Afif Nurhidayat dari PDIP dan Muhammad Albar dari PKB. PDIP dan sejumlah partai lain yang membangun koalisi besar kemungkinan bisa menutup ruang gerak calon lain untuk maju dalam Pilkada Wonosobo 2020.


Adib Annas Maulana

1 Komentar

  1. 267257 921611Nice write-up. It does shed some light on the problem. By the for those interested in binary options can get an exclusive binary options bonus. 656872

Tinggalkan Balasan