Cabuli Anak Angkat Penjual Balon Ditangkap

TEMANGGUNG – Suradi (51), warga Kecamatan Kandangan Kabupaten Temanggung, harus berurusan dengan pihak berwajib. Lantaran, melakukan pencabulan terhadap WN (13) anak angkatnya, hingga kini berbadan dua.

Dia mennggunakan modus mengiming-imingi anaknya akan dibelikan sepeda motor Honda Beat jika mau melayani ayahnya. Kapolres Temanggung AKBP Muhamad Ali mengatakan, akibat perbuatan tersangka, korban kini hamil 5 bulan. Kronologi kejadian bermula dari tersangka dan korban mengisi gas ke dalam balon mainan yang akan dijual tersangka. Setelah itu, kemudian tersangka masuk kamar dan menyuruh korban untuk memijit badannya.

“Setelah selesai memijit badan tersangka, korban bermaksud keluar kamar namun tersangka menarik tangan korban sambil menidurkan korban di lantai kamar beralaskan tikar plastik. Di bawah ancaman tersangka mencabuli korban,”ujarnya kemarin.

Dia menuturkan, saat korban hendak keluar kamar, tersangka mengatakan agar perbuatan tersebut tidak disampaikan kepada ibunya, namun korban menjawab mau menyampaikan pada ibunya. Suradi lalu mengancam akan menghajar anaknya jika sampai memberitahu hal itu kepada ibunya.

“Mendengar jawaban anak angkatnya tersebut, tersangka mengancam akan memukulinya jika ibunya tahu. Tersangka juga menjanjikan akan membelikan sepeda motor jika menurut sama ayahnya. Tapi akhirnya perbuatan ini diketahui dan dilaporkan sama ibu korban,”katanya.

Dari kasus ini polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain berupa tikar plastik, sprei, sarung, dan celana pendek tersangka. Tersangka telah melakukan persetubuhan terhadap anak di bawah umur dan atau melakukan perbuatan kekerasan sekusal terhadap orang yang menetap dalam lingkup rumah tangga.

Dia dijerat Pasal 76D Jo Pasal 81 UU nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Perpu nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, subsider Pasal 8 huruf a Jo Pasal 46 UU nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun penjara.

Tersangka Suradi yang sudah punya tiga istri ini mengaku nekat mencabuli anaknya karena istrinya sudah tidak mau lagi melayani hasrat birahinya. Menurut pengakuannya sudah empat kali melakukan persetubuhan dengan anaknya yang masih berstatus pelajar kelas V SD.

“Dia minta dibelikan sepeda motor Honda Beat, maka saya janjikan tapi harus nurut. Kejadian pertama kali pada 25 September 2019, awalnya dia saya ajak niup balon sampai pukul 15.00, lalu saya minta dia mijit badan habis itu saya telentangkan. Saya empat kali melakukan sampai Desember 2019, karena istri sudah enggan melayani”akunya.


Raditia Yoni A

Tinggalkan Balasan