Butuh Oase Politik, PKB Jadi Kunci

KEBUMEN, SM Network – Pilbup 2020 masih kering kandidat yang merepresentasikan kepentingan umat. Karena itu, butuh oase politik dengan memunculkan calon alternatif.

“Dan PKB saat ini jadi kunci untuk memberikan oase politik di tengah-tengah kegersangan kandidat yang ada,” kata Wakil Sekretaris DPC PKB Kebumen, Fauzi Al Muhtad saat ditemui di Kantor PCNU Kebumen, Jumat (13/3).

Pernyataan Fauzi yang Wakil Sekretaris PCNU Kebumen itu disebut hanya meneruskan hasil diskusi dengan berbagai tokoh. Di mana mereka mengalami kebuntuan terkait kandidat yang sudah muncul. Termasuk bakal calon bupati dan wakil bupati yang telah mendapat rekomendasi, yakni Arif Sugiyanto – Ristawati dari PDIP.

Apapun alasannya, terang Fauzi, Kebumen merupakan wilayah hijau. Jadi idealnya, PDIP bergandengan dengan PKB. Namun kondisinya justru menjadi sulit lantaran partai berlambang banteng dalam lingkaran tersebut telah mengeluarkan rekomendasi untuk posisi AA 1 dan AA 2.

“Mampukah DPP PKB mengevaluasinya atau meminta masukan dari ulama, sehingga hasilnya bisa sinergi dengan kepentingan seluruh elemen. Terutama kepentingan partai politik,” paparnya.

Pihaknya pun berharap DPP PKB menggali sosok yang bisa memberi oase atau kesejukan politik dengan memunculkan calon alternatif yang masih fresh. Fauzi lantas menyebut Eno Syafrudin yang menantu Wapres KH Maruf Amin. Menurutnya, Eno yang pernah menjabat sebagai Anggota DPRD Kebumen itu layak mengisi kursi AA 1.

Ia juga sosok yang merepresentasikan Nahdliyyin. Adapun karirnya di Partai Amanah Nasional (PAN) menjadi bekal untuk masuk kancah politik, terutama dalam menghadapi Pilkada serentak pada 23 September 2020. Mengenai pasangannya, kata Fauzi, bisa dibicarakan dengan partai koalisi. Pasalnya, PKB yang memiliki 9 kursi butuh minimal 1 kursi lagi untuk mengusung kandidat menghadapi Pilbup 2020.

Keberadaan PKB yang menjadi kunci itu dianggap sebagai harapan terakhir untuk memunculkan kandidat alternatif. Lantaran, hampir semua partai besar sementara ini merapat ke pasangan Arif-Rista. Tinggal partai kecil seperti Demokrat dengan 3 kursi dan PKS 2 kursi. Sedangkan PKB sendiri terdapat Arif-Rista yang mengikuti uji kelayakan. Jika rekomendasinya jatuh pada pasangan tersebut, maka kemungkinan besar hanya ada calon tunggal.

“Kalau sampai seperti itu maka kondisinya sudah darurat dan butuh oase politik” terang Fauzi sembari menyebut kaidah fiqih berbunyi darul mafasid muqoddamul ala jalbil masholih. Artinya menghindari kerusakan dan mengedepankan kemaslahatan untuk kebaikan.


Arif Widodo

Tinggalkan Balasan