SM/Arif Widodo - TUNJUKKAN KTA : Bupati Kebumen Yazid Mahfudz menunjukkan kartu tanda anggota (KTA) PKB, Minggu (5/7).

KEBUMEN, SM Network – Pelaksanaan Pilkada serentak yang semula akan digelar 23 September menjadi 9 Desember 2020, masih dalam situasi penanganan Covid-19. Karenanya, Bupati Kebumen Yazid Mahfudz berharap agar pelaksanaan pesta demokrasi tersebut diundur lagi.

“Status tanggap darurat Covid-19 kan belum dicabut oleh Presiden,” jelas Yazid saat ditemui Suara Merdeka di sela-sela gowes sepeda santai, Minggu (5/7).

Selain itu, waktu pelaksanaan pada 9 Desember 2020 juga menuntut laporan pertanggung jawaban dan pencairan anggaran yang sangat mepet pada akhir tahun. Yazid sempat menyebut Maret 2021 merupakan waktu yang cukup ideal. Terlebih apabila pengunduran pelaksanannya pada September 2021.

Kendati demikian, pihaknya menyerahkan kepada KPU untuk menentukan waktu pelaksanaan Pilkada serentak itu. Sebelumnya, KPU menyampaikan tiga opsi pengunduran pelaksanaan Pilkada serentak. Opsi A yaitu Pilkada 9 Desember 2020, opsi B yaitu Pilkada 23 Maret 2021, dan opsi C yaitu Pilkada 23 September 2021.

Hingga kemudian ketika itu disepakati opsi A karena dinilai merupakan skenario paling optimistis dari KPU. Jika diundur lagi, maka masa tugas bupati yang berakhir pada Februari 2021, selanjutnya diisi oleh penjabat hingga ada bupati definitif. Yazid yang politisi PKB itu lantas menyampaikan kehendak masyarakat agar Pilkada di Kebumen tidak hanya memunculkan calon tunggal.

Dari partai yang memiliki kursi di DPRD Kebumen, Yazid sudah menghitung bisa mengusung hingga empat pasangan calon. Baginya, semakin banyak calon semakin baik. “Bukan berarti saya ya. Siapapun silahkan,” imbuh Yazid.

Menanggapi realita politik yang terdapat satu pasangan bakal calon bupati-wakil bupati telah memborong sebagian besar partai politik, Yazid menyampaikan hal itu belum bisa dipastikan sebelum terdaftar di KPU. Namun apabila nantinya memang hanya ada calon tunggal, maka masyarakatlah yang dikecewakan. Lantaran, demokrasi yang berjalan di Kebumen menjadi kurang sehat.

“Dan saya pun tidak ngoyo woro (memaksakan diri) untuk maju Pilkada. Tergantung partai saja, apakah akan merekomendasikan saya untuk maju atau tidak,” ucap Yazid.


Arif Widodo/K5

9 KOMENTAR