Bupati Tinjau Empat Warga Desa Yang Sedang Dalam Masa Karantina

MUNGKID, SM Network – Bupati Magelang, Zaenal Arifin didampingi jajaran Forkopimcam Dukun meninjau warga Desa Kalibening yang masih melakukan masa karantina setelah pulang dari luar kota. Empat orang warga Desa Kalibening tersebut dengan kesadaran diri dan tanpa paksaan mau melakukan karantina demi keselamatan keluarganya yang berada di rumah.

Kepala Desa Kalibening, Kecamatan Dukun, Nurbiyanto mengatakan bahwa, 4 orang warganya tersebut memang dengan kesadaran dirinya sendiri mau dikarantina mengingat mereka baru pulang dari luar kota, bahkan ada satu orang yang baru pulang dari luar negeri. “Tiga orang kita karantina jadi satu, mereka baru saja pulang dari luar kota. Ada yang dari Jakarta, Situbondo, dan Lampung. Satu orang lainnya lagi melakukan karantina mandiri di rumah karena baru saja pulang dari Korea. Rata-rata mereka dalam kondisi baik-baik saja dan hampir menjalani masa karantina selama 14 hari,” jelas Nurbiyanto disela-sela meninjau warga yang sedang karantina, Rabu (8/7).

Nurbiyanto mengungkapkan bahwa, pihaknya melakukan karantina bagi warganya yang baru saja mudik dari luar kota dengan kondisi awal baik-baik saja, yaitu dengan memberikan asupan gizi yang baik seperti memberikan vitamin, buah-buahan, makanan bergizi, dan susu. Namun demikian, lama kelamaan mengingat biaya yang dikeluarkan semakin besar maka mulai dilakukan beberapa pembatasan. Ia juga menyebutkan bahwa, hingga saat ini Desa Kalibening masih dinyatakan zona hijau.

“Karena keterbatasan dana, akhirnya di sengkuyung bareng-bareng dan ada yang dikirim dari pihak keluarganya masing-masing,” katanya.
Lanjut Nurbiyanto, kalau di Jakarta ada program PSBB maka di Desa Kalibening juga ada program PSSI (Pembatasan Sistem Silaturahmi) mengingat kemarin baru saja melaksanakan Idul Fitri. Hal ini juga sesuai dengan surat edaran Bupati Magelang tentang pembatasan silaturahmi di masa Pandemi Covid-19.

Sementara, Bupati Magelang, Zaenal Arifin sangat mengapresiasi kesadaran masyarakat di Desa Kalibening tersebut yang dengan mandiri dan bergotong royong melakukan karantina bagi warganya yang baru saja pulang dari luar kota. “Luar biasa, tanpa paksaan warga Desa Kalibening ini sudah sadar akan protokol kesehatan Covid-19. Yang jelas mereka juga sangat sayang kepada keluarganya di rumah, sehingga tanpa paksaan mereka ini mau dikarantina,” kata Zaenal.

Berbicara menghadapi suatu bencana, menurut Zaenal, Desa Kalibening merupakan salah satu desa yang sudah terbiasa bergotong royong dalam menghadapi bencana sebelumnya mengingat letak desa tersebut yang berjarak kurang lebih 6,5 Km dari Gunung Merapi. Dalam kesempatan yang sama, Ia mengatakan bahwa, pihaknya juga telah berkomunikasi dengan pihak BPPTKG Yogyakarta terkait kondisi Gunung Merapi akhir-akhir ini. Diketahui telah terjadi pembentukan kubah lava baru di puncak Gunung Merapi yang sangat aktif, sehingga radius jarak 3 Km dari puncak Gunung Merapi aktifitas masyarakat harus diberhentikan sementara.

“Saya sempat dihubungi oleh Kepala BPPTKG yaitu Ibu Hani, katanya ada pembentukan kubah lava baru yang sangat aktif, sehingga saya menghimbau agar aktifitas masyarakat pada radius 3 Km dari puncak Gunung Merapi dihentikan sementara sampai nanti dinyatakan aman kembali,” pungkas Zaenal.


Dian Nurlita

6 Komentar

  1. Like!! Thank you for publishing this awesome article.

  2. I like this website very much, Its a very nice office to read and incur information.

  3. 94048 497735Wonderful site, determined several something completely new! Subscribed RSS for later, aspire to see much more updates exactly like it. 914501

  4. 256636 704813I likewise conceive thus, perfectly written post! . 391996

Tinggalkan Balasan