SM/Raditia Yoni Ariya - SILATURAHMI: Pemred Suara Merdeka Gunawan Permadi berbincang akrab dengan Bupati Temanggung Muhammad Al Khadzid di Rumah Dinas Pendapa Pengayoman.

TEMANGGUNG, SM Network – Pemimpin Redaksi (Pemred) Suara Merdeka Gunawan Permadi beserta rombongan melakukan kunjungan silaturahmi dengan Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq. Kunjungan non formal ini, untuk mempererat tali silaturahmi antara media massa cetak “Perekat Komunitas Jawa Tengah” ini, dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Temanggung yang telah puluhan tahun terjalin dengan baik.

Gunawam Permadi mengatakan, posisi Suara Merdeka sebagai media dengan Pemerintah Daerah, selama ini saling bersinergi dan saling mengisi satu sama lain. Media dalam perannya sebagai pilar ke empat demokrasi setelah eksekutif, legislatif, yudikatif mempunyai peran kontrol dan menjadi penyambung lidah rakyat kepada pimpinannya.

“Kedatangan kami ke sini untuk bersilaturahmi kepada Bapak Bupati, dan Pemkab Temanggung sebagai mitra. Dalam fungsinya sama-sama mendorong untuk kemajuan bangsa dan bersama-sama memecahkan persoalan bangsa ini. Kami pandang selama ini hubungan antara Pemkab Temanggung dan Suara Merdeka sudah sangat baik, maka kita pererat lagi dengan silaturahmi,”ujarnya di Pendapa Pengayoman, belum lama ini.

Gunawan juga melihat progres pembangunan Kabupaten Temanggung terbilang unggul jika dibandingkan dengan daerah-daerah lainnya. Hal itu juga tampak dari beberapa kali daerah di lereng Gunung Sumbing-Sindoro-Prau ini meraih penghargaan mulai dari WTP, hingga dinobatkan menjadi kabupaten terbaik penerima penghargaan pembangunan daerah. Selain itu nama Temanggung juga mashyur karena kualitas tembakau dan kopinya.

Gunawan Permadi dalam kunjungan itu didampingi Manajer Pengembangan Daerah Suara Merdeka Komari, Direktur Suara Merdeka Institute Neni, dan Firman perwakilan dari Marcom (Marekting Communication) Suara Merdeka. Sementara itu Bupati Temanggung didampingi Kabag Humas Pemkab Temanggung Sumarlinah, dan Sekretaris Bappeda Dwi Sukarmei. Mereka terlibat obrolan akrab dan santai namun tetap berbobot.

Bupati Khadziq pun menceritakan pentingnya sebuah media dalam mempengaruhi jalannya pemerintahan, dengan kritik-kritik yang membangun maka pemerintah akan terkontrol. Harapannya adalah untuk kemajuan dan kesejahteraan rakyat. Khadziq sendiri bercerita bahwa dirinya dahulu adalah seorang wartawan dan telah aktif menulis artikel di berbagai surat kabar termasuk di Suara Merdeka, di awa tahun 1990-an, bahkan dia masih ingat berapa honor menulis artikel di Suara Merdeka.

Sebagai aktivis Khadziq mengaku dengan cara menulis artikel malah pemikirannya untuk bangsa dan negara bisa tercurahkan lewat media. Dalam artikel itu terkandung analisa kuat bagaimana memecahkan persoalan yang ada melaui cara-cara elegan, santun dan akademis. Namun diakuinya mindsetnya kemudian berubah ketika dirinya telah menjadi wartawan sebab seorang jurnalis dituntut untuk menerapkan pola 5 w+1 H dan tentunya selalu dikejar deadline.

“Sampai saat ini Suara Merdeka masih berwibawa, di Temanggung sendiri masyarakat sudah kadung percaya dengan berita-beritanya Suara Merdeka, jadi ya tetap menjadi referensi. Saya sendiri dulau di awal tahun 90-an saat jadi mahasiswa hidupnya dari Suara Merdeka karena sering nulis artikel, di Suara Merdeka dengan honornya waktu itu kalau tidak salah Rp 35 ribu,”katanya bersoloroh sambil mengingat kala menjadi penulis.


K41/Raditia Yoni Ariya

5 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here