Bupati Temanggung Prihatin Simpang Siur Informasi Korona

TEMANGGUNG, SM Network – Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq meminta kepada seluruh kepala desa di Kabupaten Temanggung untuk memberikan pegertian tentang virus korona (Covid-19) kepada warganya agar informasi yang sampai ke masyarakat tidak simpang siur. Hal ini untuk menanggulangi kepanikan di masyarakat terkait kabar tentang wabah korona.

“Kepada bapak dan ibu kades saya mohon kasih pengertian kepada warganya supaya jangan panik pada virus korona. Tenangkan masyarakat, kasih pengertian untuk senantiasa hidup sehat dan tidak perlu panik menghadapi masalah ini,” ujarnya, di sela-sela sosialisasi Perbub Nomor 6 Tahun 2020, Senin (9/3).

Hadik mengungkapkan hal itu, lantaran beberapa hari lalu di Temanggung sempat dihebohkan dengan adanya pesan berantai via pesan Whatsapp yang menyebut ada dua warga Temanggung terjangkit korona.

Sontak hal ini membuat geger masyarakat, terlebih kabarnya tidak jelas atau tidak berasal dari sumber resmi pemerintah. Namun celakanya, sebagian orang meyakininya dan malah kemudian terus memviralkan hal ini di media sosial.

“Isu tentang virus korona ini simpang siur, tidak karuan di masyarakat, baik lewat medsos maupun grup WA informasinya simpang siur tidak karuan. Saya sampaikan pada pertemuan ini bahwa sampai hari ini alhamdulillah di seluruh Kabupaten Temanggung sama sekali belum ada kasus yang terkait dengan virus korona,” katanya.

Menurut dia, informasi yang kemarin sempat beredar di medsos ternyata semuanya hoaks, baik yang di Traji maupun di Jumo. Dalam kabar tersebut ada warga Temanggung terkena korona, satu orang merupakan warga Traji, dan satu lagi asal Jumo.

Dia berharap, jangan sampai virus ini masuk ke Temanggung, tetapi karena sekarang ini era globalisasi setiap hari lalu lintas orang dari Temanggung ke negara lain atau ke kota lain juga tidak bisa dihindari, maka harus terus waspada.

Pemerintah Kabupaten Temanggung pun kemudian melakukan berbagai langkah. Antara lain, RSUD Temanggung menyiapkan sedikitnya tujuh ruang isolasi, kemudian di PKU Muhammadiyah dan RSK Parakan.

Para dokter sudah mengikuti pelatihan semua soal menangani virus ini, jadi mereka sudah paham dengan karakter virus ini, sudah paham dengan gejala-gejala pada penderita virus ini. Selain persediaan oba-obatan, persediaan masker pun disebutnya masih mencukupi.

“Berdasarkan laporan yang saya terima sampai kemarin (Senin 9/3-Red) siang, kami masih memiliki lebih dari 12.000 masker, jadi sangat mencukupi. Kemudian di apotek-apotek sekarang masker juga ada meskipun jumlahnya tidak dijual secara besar-besaran,”katanya.

Disampaikan Hadik, berdasarkan keterangan para dokter virus korona ini sebenarnya tidak begitu mematikan, bahkan angka kematiannya jauh lebih rendah daripada TBC.

Kemudian rata-rata yang meninggal adalah orang yang sudah lanjut usia, karena terkait dengan kekebalan tubuh. Jadi, kalau orang yang masih muda pemulihan tubuhnya masih bisa cepat, maka ketika kekebalan tubuh meningkat virusnya mati dengan sendirinya.

“Kalau orang tua, karena mungkin metabolisme tubuhnya sudah tidak terlalu bagus, maka lebih rentan terhadap virus ini karena ini masalah kekebalan tubuh. Maka, saya pesan di semua desa kasih pemahaman ke masyarakat untuk benar-benar menjalankan pola hidup sehat. Makanannya, lingkungannya juga cara hidupnya harus sehat agar kekebalan tubuh kita selalu terjaga, sehingga manakala suatu saat ketemu dengan orang yang mengidap virus ini kita bisa menangkalnya,” katanya.


Raditia Yoni A

Tinggalkan Balasan