SM/Raditia Yoni Ariya - Bupati Temanggung M Al Khadziq

TEMANGGUNG, SM Network – Menjelang Ramadan Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq mengeluarkan Surat Edaran (SE) bernomor 451.12/200/2020, yang intinya memina masyarakat khususnya umat muslim untuk tidak menjalankan shalat berjamaah di masjid atau mushala. Baik itu shalat tarawih, shalat Jumat, maupun shalat lima waktu.

“Jelang Ramadan ini kondisi pandemi Covid-19 di Kabupaten Temanggung semakin hari cenderung terus meningkat di mana jumlah kasus positif terus bertambah. Maka seluruh masyarakat harus mendisiplinkan diri pada protokol pencegahan Covid-19 dengan social distancing dan physical distancing. Di bulan puasa ini kalau kita tidak hati-hati bisa tidak terkendali, maka untuk itu kami minta untuk mengganti ibadah berjamah di masjid dengan di rumah,”ujarnya di Pendapa Pengayoman, Kamis (23/4).

Hadik pun meminta semua kegiatan ibadah Ramadan yang biasanya di gelar secara berjamaah untuk dilaksanakan di rumah masing-masing. Jamaah tarawih ataupun shalat lima waktu bisa dilakukan bersama keluarga sendiri-sendiri. Takmir masjid pun diminta untuk mentaati ketentuan ini dan kepada para ulama di minta untuk memberikan pengertian kepada masyarakat atau umat.

“Sekali lagi kepada seluruh umat Islam di Kabupaten Temanggung agar tidak menyelenggarakan atau melaksanakan shalat tarawih berjamaah di masjid, mushala dan dilaksanakan di rumah masing-masing dengan diikuti anggota keluarga sendiri. Seluruh takmir masjid agar jangan menyelenggarakan shalat Jumat dan mengganti dengan shalat dzuhur di rumah masing-masing. Takmir masjid seluruh Kabupaten Temanggung agar tidak menyelenggarakan shalat lima waktu berjamaah di masjid atau mushala ganti di rumah masing-masing,”katanya.

Ditegaskan pula bahwa tidak diperbolehkan juga untuk menyelenggarakan acara-acara yang bersifat mengumpulkan massa, seperti buka puasa bersama, sahur on the road, tadarus bersama, perayaan nuzulul Qur’an yang mengumpulkan massa. Sekali lagi Khadziq menegaskan bahwa kegiatan itu juga bisa dilaksanakan di rumah masing-masing.

Surat Eadaran itu juga dilandasi Kepres Nomor 11 Tahun 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Surat Edaran Menteri Agama RI Nomor 6 Tahun 2020 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H di tengah pandemi wabah Covid-19, yang intinya umat Islam tidak melaksanakan shalat tarawih berjamaah di masjid dan juga tidak melaksanakan shalat ied berjamaah selama pandemi.

Hal itu dikuatkan pula dengan adanya Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 tentang penyelenggaraan ibadah dalam situasi terjadinya wabah COVID-19 yang intinya umat Islam tidak boleh shalat berjamaah baik tarawih, shalat Jumat, shalat ied di masjid atau tempat umum yang diyakini bisa menjadi media penyebaran corona.

Lalu adanya Surat Edaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) Nomor 3953/C.I034/04/2020 memint aseluruh warga NU agar menjalankan shalat tarawih dan shalat ied di rumah masing-masing dan Surat Edaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor: 02/EDR/I.0/E/2020 yang intinya meminta warga Muhammadiyah agar shalat tarawih, shalat ied, dan shalat lima waktu di rumah masing-masing.

“Fatwa MUI bahkan mengatakan tidak boleh (shalat berjamah di masjid-Red). Nanti untuk keperluan ini para ulama baik itu dari NU maupun Muhammadiyah dibantu aparat TNI/Polri bersama Banser dan Pemuda Muhammadiyah, Banteng Serba Guna akan turun aktif ke masyarakat untuk memberikan pengertian kepada umat. Semua ini adalah ikhtiar kita agar korona tidak semakin menyebar, saya harap semua taat dan jangan sampai ada yang ngeyel,”katanya.


Raditia Yoni Ariya/Kim