SM/Amelia Hapsari - Bupati Sleman Sri Purnomo

SLEMAN, SM Network – Pemerintah telah mematangkan rencana vaksinasi Covid-19. Secara nasional, pelaksanaan dibagi menjadi dua gelombang yakni Januari hingga April dilanjutkan periode April-Desember 2021.

Di Kabupaten Sleman, kick off dijadwalkan pada Kamis (14/1) dengan sasaran para tokoh panutan termasuk Bupati dan jajaran Forkompimda. Sederet nama tokoh informal juga telah diusulkan sebagai penerima pertama vaksin Sinovac. Salah satunya adalah influencer dokter Tirta Mandira Hudhi.

“Semua sudah dihubungi. Harapan kami dengan menggandeng para tokoh tersebut, bisa meyakinkan masyarakat,”┬ákata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo, Minggu (10/1).

Sesuai Peraturan Menteri Kesehatan, vaksinasi harus dilaksanakan di fasilitas kesehatan. Agenda kick off direncanakan di Puskesmas Ngemplak 2. Pertimbangannya karena puskesmas itu dipandang kekinian, dan baru saja direnovasi tahun kemarin.

Setelah ditandai dengan launching, vaksinasi akan dilanjutkan terhadap tenaga sumber daya kesehatan. Ada sekitar 14.000 tenaga kesehatan yang diusulkan ke Kemenkes, dan tinggal menunggu validasi.

Program vaksinasi tersebut akan dilakukan di 52 fasilitas kesehatan terdiri dari 25 puskesmas, 24 rumah sakit, dan tiga klinik masing-masing klinik Kodim, Polres, dan Kantor Kesehatan Pelabuhan. Joko mengatakan, sebenarnya terdapat 27 rumah sakit di Sleman. Namun tiga diantaranya menyatakan belum siap yakni rumah sakit khusus bedah Sinduadi dan An Nur, serta RS khusus Arvita Bunda.

“Faskes tempat penyuntikan vaksin harus memenuhi tiga syarat utama yaitu punya SDM terlatih, rantai dingin, dan fasilitas penanganan jika terjadi reaksi efek samping,” terang Joko.Untuk mengetahui ada tidaknya reaksi ikutan, usai disuntik vaksin Covid-19 harus istirahat terlebih dulu selama kurang lebih 30 menit. Setelahnya, kondisi penerima vaksin tetap akan dimonitor.

“Dari uji klinis, efek samping pemberian Sinovac berupa rasa pegal, dan demam. Itu masih normal, yang tidak kita harapkan adalah reaksi alergi, namun sudah disapkan antisipasi apabila muncul efek samping,” katanya.

Vaksinasi tahap pertama ditargetkan selesai dalam kurun waktu dua pekan dengan melibatkan 58 vaksinator. Jika ternyata kurang, maka Dinkes akan menambah jumlah petugas vaksinator.Meski berlangsung di tengah Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), jadwal vaksinasi tidak akan terpengaruh mengingat tenaga kesehatan tidak menjalani work from home.

“Nanti diatur karena vaksinasi sudah terjadwal dari Senin sampai dengan Kamis. Setiap hari ada tiga shift dimana per shift hanya 20 orang yang dilayani,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here