Bupati Dan Wakil Bupati Purworejo Berbagi Tugas Tangani Pandemi Covid-19

PURWOREJO, SM Network – Pandemi Covid-19 membuat semua lini harus bekerja keras untuk meminimalisir segala macam dampak yang ditimbulkan. Kerja-kerja kepala daerah dalam mengatur kebijakan pemerintahan, pembangunan, sampai dengan turun langsung membantu masyarakat, harus dilakukan beriringan agar seluruh sektor dapat berjalan dengan baik

Bupati Purworejo, Agus Bastian mengungkapkan, pembagian tugas penting dilakukan, untuk dapat menggerakan seluruh sektor dan program pemerintah daerah, khususnya dimasa tanggap darurat Covid-19. Kecepatan dalam mengambil kebijakan sangat diperlukan. Hal itu membutuhkan fokus dan koordinasi kepala daerah yang cukup intens.

“Saya dan Ibu Yuli (Wakil Bupati) juga berbagi tugas untuk dapat menjalankan roda pemerintahan daerah. Sebagai bupati saya lebih fokus dalam pengambilan kebijakan pemerintahan serta pembangunan, dan menjalankan fungsi koordinatif; sementara wakil bupati lebih aktif turun langsung ke masyarakat untuk dapat memberikan bantuan dan menyerap aspirasi langsung. Namun demikian, saya selalu berusaha menyempatkan waktu bersilaturahim ke masyarakat jika ada kesempatan,” tuturnya.

Hal itu ditegaskan oleh Bastian usai mengumumkan berakhirnya masa tanggap darurat Covid-19, di ruang Arahiwang Setda, Rabu (10/06/2020). Ia mengatakan Pemkab Purworejo akan mengakhiri masa tanggap darurat Covid-19 pada Jumat (12/06/2020), sesuai berakhirnya perpanjangan masa tanggap darurat. Selanjutnya Kabupaten Purworejo akan memasuki Aktivitas Kebiasaan Baru atau New Habit.

Kebijakan itu diambil, kata Bastian, dengan sejumlah pertimbangan. Diantaranya tidak adanya penambahan positif Covid-19 dalam kurun waktu beberapa hari terakhir. Sebagian besar orang terkonfirmasi positif juga telah sembuh, dan tidak ada yang meninggal dunia karena Covid-19.

Setelah berakhirnya masa tanggap darurat Covid-19, selanjutnya Kabupaten Purworejo akan memasuki Aktivitas Kebiasaan Baru (New Habit). Dalam pelaksanaannya, Pemkab mengambil sejumlah kebijakan.

Meliputi Peraturan Bupati Purworejo Nomor 29 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Bupati Purworejo Nomor 27 Tahun 2020 Tentang Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 di Kabupaten Purworejo tetap berlaku dan untuk dilaksanakan. Posko Penanganan Covid-19 di tingkat desa berada di Balai Desa, tingkat kecamatan berada di Kantor Kecamatan, dan di tingkat kabupaten berada di Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo.

Tidak ada lagi penutupan jalan-jalan kampung dan desa. Semua kegiatan masyarakat agar memperhatikan protokol kesehatan seperti selalu menggunakan masker, rajin cuci tangan pakai sabun, menjaga jarak antar individu, tidak berkerumun, tidak berjabat tangan dan selalu berperilaku hidup bersih dan sehat.

Pelaksanaan ibadah di tempat-tempat ibadah mengikuti himbauan dari Kementrian Agama Republik Indonesia. Aktivitas pasar, pertokoan, dan tempat usaha agar melaksanakan protokol kesehatan. Tempat-tempat wisata, fasilitas umum dan pelayanan masyarakat akan dibuka secara bertahap dengan Standar Operasional (SOP) tertentu dan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Kegiatan belajar mengajar bagi anak sekolah mengikuti peraturan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Bagi warga yang sakit agar segera berobat dan tetap berada di rumah. Bupati menambahkan, pelaksanaan secara teknis akan diatur kemudian.

“Jadi tanggal 13 Juni sudah memulai aktivitas kita dengan New Habit. Saya tidak mengatakan New Normal, sebab kalau saya ngomong New Normal nanti dikhawatirkan diterjemahkan oleh masyarakat sudah normal. Kita menghindari itu. Jadi kita memasuki New Habit insyaaAllah ini dapat kita lakukan dengan terus mengedepankan protokol kesehatan,” imbuhnya.


Heru Prayogo

Tinggalkan Balasan