Bupati: Harga Tembakau Belum Sesuai Harapan Petani

TEMANGGUNG, SM Network – Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq mengakui jika harga pembelian tembakau dari sejumlah gudang perwakilan industri rokok di Temanggung belum sesuai harapan petani. Meski saat ini sudah ada peningkatan harga tembakau di gudang Rp 70 ribu per kilogram namun tetap belum ideal.

“Saya melihat di lapangan hari ini dan saya rasa ini belum kondisi yang ideal, harga masih perlu dinaikkan lagi dan yang paling penting kualitas barang juga harus dijaga betul,”ujarnya saat meninjau jual beli tembakau di sejumlah gudang perwakilan industri rokok,”Kamis (3/9).

Fakta itu didapati saat dia bersama tim gugus tugas pertembakauan Kabupaten Temanggung berkeliling ke gudang-gudang perwakilan industri rokok guna mengecek langsung di lapangan. Bagaimana penjualan tembakau dari petani, kemudian mengecek mekanisme penjualannya dan juga mengecek harganya.

“Saya minta kita bersama-sama ‘bebrayan’ dalam usaha pertembakauan ini bagaimana caranya agar petaninya untung, pedagang juga untung, pihak industri juga untung. Memang kondisinya kini sedang prihatin semua, dalam situasi pandemi COVID-19, pembelian tembakau juga harus mengikuti protokol kesehatan sehingga penyerapannya tidak bisa secepat biasanya,”katanya.

Dari pengamatannya kondisi pada awal panen tembakau sempat terjadi hujan selama satu minggu sehingga sedikit banyak mempengaruhi kualitas tembakau. Namun demikian, dalam kondisi prihatin ini semua pihak di bidang pertembakauan diminta untuk bersama-sama prihatin dan saling ada pengertian.

“Saya minta pedagang juga pengertian untuk bagaimana caranya memberikan harga yang bagus dan jangan terlalu menekan petani. Timbangan jangan terlalu banyak mengambil ‘angetan’ (pemotongan), pembayaran harus secepatnya kepada petani. Kepada industri kondisi seperti ini, petani, pedagang lagi sulit, tolong berikan harga yang bagus agar ekonomi pertembakauan bisa hidup, sebaliknya petani juga harus menjaga betul kualitas,”katanya.

Perwakilan PT Djarum di Temanggung, Hugiono mengatakan di perusahaanya untuk pembelian tembakau diterapkan sistem, yakni sesuai kualitas tembakau. Jika grade meningkat kualitas meningkat maka dipastikan harga juga ikut naik.

“Rencananya tahun ini kami membeli tembakau sebanyak 4.000 ton seperti tahun lalu. Namun kuota pembelian tahun lalu menjadi 6.000 ton karena situasi memungkinkan dan kualitas bagus,”katanya

Perwakilan gudang PT Gudang Garam di Temanggung, Tjin Tjong Giong mengatakan, di masa pandemi ini tetap melakukan pembelian tembakau namun dengan memperhatikan protokol kesehatan. Lalu pedagang yang masuk dijadwal untuk mengurangi kerumunan. Soal harga memang saat ini turun.

“Dibanding harga tahun tahun lalu memang tahun ini agak turun karena kualitas tembakau juga tidak sebagus tahun lalu. Ini karena cuaca lebih baik tahun lalu dan panen tahun ini sempat terjadi hujan beberapa hari dan berpengaruh terhadap kualitas,” katanya.

Tinggalkan Balasan