SM/Adib Annas Maulana - HADIRI : Bupati dan Wakil Bupati Wonosobo hadiri Musrenbang di Kecamatan Mojotengah, kemarin.

WONOSOBO, SM Network – Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat dan Wakil Bupati Muhammad Albar melakukan kunjungan ke 15 kecamatan yang ada di wilayahnya. Kunjungan tersebut dilakukan Afif-Albar dalam rangka menghadiri pra musyawarah perencanaan pembangunan selama sepekan lalu.

Selain mendengar aspirasi masyarakat, kunjungan tersebut untuk mengkonsolidasikan arah kebijakan pembangunan di era kepemimpinan Afif-Albar. Dalam tahun pertama pemerintahan mereka, percepatan pembangunan infrastruktur dan pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19 akan dikebut.

“Percepatan pembangunan infrastruktur dan pemulihan ekonomi akan dilakukan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, ” Ujar Afif baru-baru ini.

Afif menyebut, dalam acara Pra Musrenbang, pihaknya banyak melakukan konsolidasi tentang arah pembangunan selama masa kepemimpinannya itu. Sehingga mulai dari tingkatan kecamatan bisa saling terintegritas dan terkoneksi dengan baik dalam menerapkan kebijakan pemda.

Menurutnya, persoalan yang dihadapi pemkab saat ini cukup banyak. Mulai dari masalah kemiskinan, depresi ekonomi akibat pandemi Covid-19 dan masalah banyaknya infrastruktur jalan yang rusak. Maka menurutnya dibutuhkan komitmen yang jelas dari seluruh jajaran yang ada.

Baik Bupati maupun Wakil Bupati, menekankan adanya koordinasi, kerjasama dan diskusi antar sektor dalam menentukan kebijakan arah pembangunan nantinya. Dengan mengingat bahwa aturan perundang-undangan menjadi guidance dalam pelaksanaan pembangunan.

“Manfaatkan musyawarah rencana pembangunan, mulai dari tingkat Desa, Kecamatan, hingga kabupaten ini untuk menentukan mana hal-hal yang prioritas. Kami harus mengutamakan skala prioritas dalam melaksanakan pembangunan di kabupaten yang kita cintai ini”, ajaknya.

Selain itu Afif juga mengajak seluruh elemen masyarakat bahu membahu dalam koridor aturan perundang-undangan dalam membangun Wonosobo. Meski dengan anggaran yang terbatas akibat refocusing untuk penanganan ovid-19. “Dengan anggaran yang terbatas dan adanya refocusing anggaran, kita dituntut untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada”, tegasnya.