Bunga ‘Sakura’ di Magelang Mulai Mekar

MUNGKID, SM Network – Sepanjang jalan raya Magelang menuju Yogyakarta, yakni dimulai dari Artos hingga simpang Palbapang kini semakin cantik. Hal tersebut dikarenakan tanaman bunga Tabebuya (Handroanthus chrysotrichus) yang menyerupai sakura kini mulai bermekaran.

Kasi Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup, Joni Budi Hermanto, mengatakan bahwa bunga Tabebuya hanya mekar sekali dalam setahun pada bulan Juli sampai Agustus. “Bunga tabepuya mekar hanya sekali setahun setiap bulan Juli atau Agustus saja,” jelas Joni saat dihubungi, Minggu (9/8).

Namun tanaman tersebut hanya dapat bertahan selama 1 – 2 minggu jika terkena terpaan angin yang kencang sehingga cenderung untuk mudah rontok. “Jika berada di tempat yang panas dan tidak terkena terpaan angin yang kencang, tanaman Tabebuya bisa bertahan hingga 3 minggu,” imbuhnya.

Menurutnya perawatan tanaman Tabebuya cukup mudah hanya memerlukan penyiraman yang rutin dengan menggunakan pupuk NPK. “Jadi kita siram secara berkala, kita siram menggunakan pupuk NPK. Karena satu tangki besar itu mempunyai kapasitas 5000 liter dan biasanya kita memakai hampir 10 kg, padahal itu satu kali penyiraman kita menghabiskan 3 tangki”, kata Joni.

Sehubungan dengan hal tersebut, biaya perawatan untuk semua tanaman cukup mahal mengingat taman harus disiram setiap harinya. DLH sendiri memiliki empat armada yang digunakan untuk merawat tanaman tabebuya yang keliling di wilayah Muntilan, Mungkid, Borobudur, dan Tegalrejo. “Untuk daerah Tegalrejo sendiri kita tanam 150 batang mulai dari STTP sampai depan Koramil Tegalrejo, di daerah Pakis kita tanam juga 150 batang, dan di Grabag 200 batang tanaman Tabebuya”, imbuhnya.

Joni menambahkan bahwa pihaknya belum bisa menanam tanaman tersebut di setiap kecamatan, dikarenakan dengan terbatasnya anggaran yang ada. “Untuk di daerah Borobudur belum banyak ditanam karena terbatasnya tempat yang ada,” jelasnya.

DLH mengaku mendatangkan langsung tanaman tersebut dari Kediri dan Malang. “Awal-awal itu harga Tabebuya masih mahal sekitar 300.000 dengan tinggi 3 meter. Namun untuk sekarang sudah bisa separuh harga, mulai 150.000 – 200.000 sudah dapat dengan ongkos tanam,” katanya.

Terakhir, ia menjelaskan bahwa tanaman Tabebuya dapat tumbuh bagus di tempat yang gersang. “Jika ditanam di tempat yang gembur tetap bisa subur namun bunganya hanya sedikit bahkan tidak berbunga,” tambahnya.


Dian Nurlita/ita

Tinggalkan Balasan