SM/Arif Widodo - PANEN KLANCENG : Pembudidaya panen klanceng di Desa Sarwogadung, Kecamatan Petanahan, Kebumen.

BUDIDAYA lebah klanceng memang menggiurkan. Lebah jenis trigona yang menghasilkan madu berkualitas tinggi itu bikin kantong jadi tebal. Kebutuhan mendesak untuk nominal uang puluhan juta rupiah pun bisa dipenuhi dengan mudah.

“Waktu saya mau menikahkan anak saya ya hanya jual klanceng. Sekali jual Rp 15 juta,” kata salah satu pembudidaya lebah klanceng, Ngadimin (55), warga Desa Sarwogadung, RT 1/ RW 2, Kecamatan Petanahan, Kebumen.

SM/Arif Widodo – PANEN KLANCENG : Pembudidaya panen klanceng di Desa Sarwogadung, Kecamatan Petanahan, Kebumen.

Pria humoris itu mengaku membudidaya klanceng sejak 2015. Awalnya ia mendapat wejangan (pesan) dari leluhurnya mengenai obat mujarab yang ada di lingkungan sekitar. Hingga kemudian ketemulah klanceng yang biasa berkoloni di bambu. “Dari itu saya mencoba mengobati orang sakit menggunakan madu klanceng dan sembuh,” tuturnya.

Dalam pembudidayaannya, Ngadimin memindah klanceng yang berada di bambu ke kotak kayu. Kini lebih dari 300 kotak. Sesekali, Ngadimin masih mencari klanceng yang berada di bambu. Selanjutnya dipindah ke kotak kayu. Meski rumah klanceng itu dipindah, namun lebah yang tidak menyengat itu tetap betah berada di kotak kayu.

Mengenai panennya, setiap 57 kotak menghasilkan dua liter madu. Pengambilannya cukup mudah, karena madu klanceng sudah dengan sendirinya terpisah. “Cara bikin madunya dengan diperas dan disaring, tanpa campuran,” imbuh Ngadimin. Untuk wadahnya menggunakan botol ukuran minuman energi. Dua liter madu menjadi 13 botol dengan harga perbotol Rp 150.000.

Diungkapkan Ngadimin, khasiat madu klanceng cukup banyak. Antara lain mengobati asam lambung, stroke, dan darah tinggi. Selama ini stok madu dari hasil budidaya klancengnya selalu kurang. Pihaknya tak perlu kerepotan memasarkan. Sebab, madu klanceng langsung ludes begitu dipanen. Ngadimin berharap budidaya yang ditekuninya itu terus berkembang untuk memenuhi permintaan pasar yang begitu besar.

Ia lantas menyampaikan cara budidaya klanceng yang cukup mudah. Lantaran, dengan dibuatkan kotak kayu untuk rumah klanceng tak perlu memberi makan. Klanceng yang terbang dengan radius 400 meter itu mencari makanan sendiri di sekitar yang terdapat tanaman dan bunga. Lebah satu ini menyukai tempat teduh, tidak terlalu panas dan basah. Apalagi terkena hujan.

Setiap kotak kayu dengan ukuran panjang 50 cm lebar 12 cm tinggi 14 cm terdapat ratusan klanceng dengan satu ratu. “Jika dicangkok juga harus ada telur yang akan menjadi ratu,” jelas Ngadimin sembari menjelaskan maksud mencangkok dengan mengambil klanceng pada tempat yang sulit, seperti celah pondasi rumah.

Sementara itu, pembudidaya klanceng lainnya Mahrur mengatakan madu klanceng di masa pandemi Covid-19 ini paling diburu. Sehingga budidaya klanceng pun memiliki prospek yang bagus.