Budidaya Klanceng Kian Greng

KEBUMEN, SM Network – Budidaya lebah klanceng kian greng di bumi Beriman. Kelompok Tani Hutan (KTH) Klanceng Barokah Desa Kalipoh, Kecamatan Ayah, Kebumen pun terus meningkatkan budidaya lebah yang dikenal dengan trigona itu.

Dari semula yang hanya membudidaya 50 kotak / koloni, kini telah mencapai lebih dari 3 ribu koloni. Perkembangan yang kian mantap itu mendapat perhatian serius dari Ketua KTH Klanceng Barokah Muhamad Fatkhul Umam. Kini ia fokus pada kemasan produksi madu klanceng agar menarik dan beragam.

“Pelatihan tersebut tindak-lanjut dari kegiatan sebelum-sebelumnya,” ucap Umam yang dihubungi Jumat (1/1).

Pelatihan yang diikuti 50 peserta itu diisi oleh praktisi klanceng Deasy Triana dari Poklahsa Harapan Mandiri Desa Demangsari, Kecamatan Ayah. Dalam kesempatan tersebut juga diselingi diskusi yang dipandu oleh Gomet. Tanya jawab berlangsung hangat dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Umam mengemukakan, pelatihan tersebut agar kemasan produk madu klanceng dari KTH yang dipimpinnya menarik dan beragam. Menarik yang dimaksudkan mulai dari bungkus hingga desain stikernya. Adapun beragam yaitu volume dan jenisnya.

“Diharapkan dengan kemasan yang dibuat sedemikian apik nanti akan menambah daya tarik dan segmen konsumen. Terutama untuk menyasar kelas menengah ke atas,” ucap Umam.

Diakuinya, madu klanceng menjadi buruan masyarakat. Pihaknya juga kuwalahan untuk melayani permintaan yang sedemikian banyak. Kendati demikian tetap penting dalam pengemasan produk sekaligus untuk meningkatkan nilai jual. Ke depan yang ditambah, selain kualitas dan pengemasan, juga kuantitas.

“Selama ini kita memanfaatkan jejaring serta reseller untuk menjual madu klanceng,” imbuhnya. Selanjutnya Umam mengisahkan awal mula budidaya klanceng yang dilakukan KTH Klanceng Barokah pada 2016 silam. Saat itu yang baru terdapat 15 anggota kelompok, salah satunya dilatih oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan. Kemudian ditularkan kepada anggota lainnya.

Seiring waktu, anggota kelompok yang bertambah menjadi 30 orang itu memiliki ribuan koloni lebah klanceng. Sekali panen, dari 3 ribu lebih koloni klanceng yang dimiliki KTH Klanceng Barokah saat ini mencapai 10 – 20 liter. Madu yang berkhasiat untuk kesehatan dan pengobatan berbagai penyakit itu dikemas menggunakan botol, yang setelahpelaksanaan pelatihan, kemasannya akan dibuat beragam dan menarik.

Tinggalkan Balasan