BST di Kota Magelang Dijamin Tanpa Potongan

MAGELANG, SM Network – Warga masyarakat Kota Magelang yang kurang mampu terdampak pandemi Covid-19 sudah mulai menerima Bantuan sosial tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Bansos), Selasa (19/5). Bantuan ini dijamin tanpa potongan sepeser pun alias utuh sebanyak Rp 600.000 per bulan selama tiga bulan ke depan.

Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito memastikan hal itu saat secara simbolis menyerahkan BST kepada warga yang berhak di aula Kelurahan Potrobangsan, Selasa (19/5). Ia pun menginstruksikan jajarannya agar melayani rakyat sampai selesai.

“Jangan sampai ada potongan, karena memang untuk rakyat, apalagi yang sedang menghadapi pandemi virus corona. Saya instruksikan jajaran agar melayani rakyat sampai selesai,” ujarnya.

Dia mengaku, sejauh ini persiapan penyaluran BST di Kota Magelang sudah luar biasa. Ia memastikan kegiatan berlangsung tertib dan lancar, termasuk memastikan kesiapsiagaan PT Pos Indonesia Magelang sebagai instansi yang menyalurkan bantuan ini.

Disebutkannya, ada sebanyak 7.795 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang menerima BST ini. Mereka masuk kategori masyarakat yang terdampak langsung adanya pandemi virus corona, seperti korban pemutusan hubungan kerja (PHK), warga kurang mampu, dan lainnya.

“Saya harap bantuan ini tepat sasaran. Ini membantu jaring pengaman sosial (JPS) di Kota Magelang. Beberapa waktu lalu, kita juga sudah salurkan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS),” katanya.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Magelang, Wulandari Wahyuningsing mengutarakan, penyaluran BST dari Kemensos melalui PT Pos Indonesia diperuntukan bagi keluarga tidak mampu dan atau rentan yang terdampak covid-19 dari risiko sosial. Selain itu, tujuannya juga untuk melindungi mereka.

“BST ini agar masyarakat dapat membeli kebutuhan dasar pangan, yakni sebesar Rp 600.000 per bulan selama 3 bulan ke depan. BST hanya diterimakan setiap bulan, tidak bisa sekaligus,” jelasnya.

Kriteria penerima, katanya, adalah KPM miskin bukan PKH (Program Keluarga Harapan), bukan penerima BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai), dan belum terdata sebagai penerima program bantuan manapun. Kemudian sasarannya memiliki anggota rentan terdampak Covid-19, korban PHK sehingga tidak bisa bekerja, dan merupakan warga Kota Magelang.

Waktu penyaluran 19-21 Mei 2020 serentak di seluruh kantor kelurahan di Kota Magelang. Guna mengindari kesalahan sasaran maupun rangkap data, maka penerima wajib membawa KTP/KK asli saat mengambil BST. Begitu juga apabila diwakilkan, yang mengambil harus anggota keluarga yang tercantum pada KK asli.

“Penerima juga harus masuk daftar BST. Jadi tidak boleh menerima dobel. Karena penyaluran di tengah pandemi, maka harus mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan, yakni warga harus mengenakan masker dan menjaga jarak,” terangnya.


Asef Amani

Tinggalkan Balasan