Foto - Istimewa

YOGYAKARTA, SM Network – Adanya pandemi Covid-19 secara tak langsung memantik kepedulian setiap manusia. Baik itu peduli terhadap mereka yang terkena virus tersebut, maupun kepada pada tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam menangani orang-orang yang terjangkit.

Dua kelompok suporter tim sepak bola profesional di Jogja, Brajamusti dan Brigatta Curva Sud (BCS) kompak membuka penggalangan dana untuk memerangi virus korona tersebut. Seperti Brajamusti, barisan pendukung PSIM Yogyakarta, lewat salah satu laskarnya Bramusti Rantau diketahui sepekan ini menggalang dana untuk membantu penyediaan Alat Perlindung Diri (APD) bagi tenaga kesehatan di DIY.

Kurangnya APD di hampir setiap rumah sakit menjadi alasan mereka untuk ikut berperan dalam menghadapi pandemi ini. “Pada 2 April kemarin sudah terkumpul dana Rp 50 juta. Lalu disalurkan melalui IDI (Ikatan Dokter Indonesia) DIY dan Gerakan Jahit APD bersama #jogjalawancorona,” tutur Humas Brajamusti Rantau, Addy Kurniawan, Jumat (3/4).

Menurutnya, IDI dipilih karena mengetahui kondisi dokter yang  bertugas serta  rumah sakit mana yang membutuhkan APD. Sementara gerakan #jogjalawancorona dipilih karena telah menggerakkan banyak elemen masyarakat Jogja untuk bersatu melawan korona.Addy mengungkapkan, sebagian dana didapat dari aksi Celengan Impian yang ternyata sudah berlangsung sejak 2017, dengan  mengumpulkan ‘koin’ dari beberapa laskar di bawah naungan Brajamusti.

Pengumpulan koin bertujuan mewujudkan impian membelikan bus operasional bagi PSIM.”Total ada Rp 19 juta kami alokasikan dari Celengan Impian, dan dari eksternal ada Rp 720 ribu. Sisanya Rp 30 juta lebih dikumpulkan dari internal kami,” ungkapnya. Addy berharap kondisi ini bisa segera pulih dan membaik. Lalu dari donasi mampu membantu tim medis yang berada di garda depan dalam penanggulangan pandemi Covid-19.

Selain itu, gerakan ini diharapkan mampu mengajak elemen supporter untuk berperan dalam melawan pandemi ini. “Semoga keadaan ini bisa menyatukan berbagai supporter di Tanah Air untuk melupakan segala rivalitas, karena kemanusiaan  berada di atas sepak bola,” tegas dia.Sementara itu, salah satu suporter PS Sleman, BCS juga melakukan langkah serupa. Mengusung hastag MelawanCovid19, salah satu koordinator BCS, Zulfikar menyebut pada tahap pertama pengumpulan donasi mulai 23-31 Maret terkumpul dana sebanyak Rp 23.014.951. Lalu hingga 2 April meningkat menjadi Rp 44.956.107.

Rencananya, dana yang terkumpul akan digunakan untuk pembuatan APD yang selanjutnya diserahkan ke dokter dan tenaga medis di Sleman baik yang bertugas di rumah sakit maupun puskesmas.”Kami kerjasama dengan pihak pembuat APD. Memang sengaja tak dalam bentuk kegiatan membagi-bagi handsanitezer atau masker, karena nanti justru malah menciptakan kerumunan orang yang sebenarnya saat pandemi ini harus dihindari,” tandas dia.


Gading Persada

1 KOMENTAR