BPPD DIY Punya Tim SAR Khusus, Antisipasi Gedung Tinggi

YOGYAKARTA,SM Network – Secara perlahan Jogja telah menjelma menjadi kota besar dengan ditandai banyak berdirinya bangunan-bangunan tinggi. Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana dalam hal evakuasi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) DIY saat ini sudah memiliki tim khusus bernama USAR TRC BPBD DIY.


“Belajar dari kasus ambruknya sebagian gedung di Slipi Jakarta kemarin (6/1), itu kan diperlukan tim evakuasi khusus bukan tim evakuasi sembarang. Nah, di DIY tim seperti itu sudah ada. USAR TRC BPBD DIY. USAR itu singkatan dari Urban Searc and Rescue,” jelas Kabid Penanganan Darurat BPBD DIY Danang Samsurizal usai apel kesiapsiagaan bencana di Mako Brimob Polda DIY, Baciro, Kota Jogja, Selasa (7/1).


Menurut dia, keberadaaan USAR di daerah daerah perkotaan sangatlah penting dan urgen saat ini. Khususnya di DIY dengan banyaknya bangunan-bangunan vertikal.  Para personel yang memiliki kemampuan khusus yakni pada evakuasi pertolongan medan-medan sulit mewarnai personel yang mengisi tim ini. SAR-SAR yang sifatnya khusus pun dikedepannkan. Selain mengevakuasi korban dari bangunan runtuh, tim ini juga dibekali kemampuan mengevakuasi korban dari kecelakaan di dalam gia, atau terjebak di jalur pipa.


“Kami sifatnya SAR advanced atau menengah. Bangunan di DIY itu sudah vertikal semua,sehingga kalau ada kejadian maka penangannanya lebih rumit dibanding rumah tapak satu lantai dua lantai. Belajar kasus di runtuhnya hotel Ambacang Padang, gempa Palu di Hotel Roa Roa itu penangannya sendiri. Apalagi jogja itu rawan gempa maka kami kembangkan skil ini. Infrastrktu kita sudah butuh SAR seperti itu. Kejadian di Slipi itu bangunannya mungkin tua, maintenance kurang, lapuk sehingga gampang ambruk. Di DIY itu banyak seperti itu bangunannya terutama situs-situs bangunan Belanda yang sudah digoyang gempa berkali kali maka bisa jadi seperti itu,” papar dia.


Rintisar SAR Khusus ini sendiri, sambung Endro Sambodo, salah satu personel USAR TRC BPBD DIY sudah dimulai sejak 2014 silam. Saat itu setiap instansi seperti BPBD, SAR, Brimob, Samapta dan Tagana diminta mengirimkan perwakilannya untuk menjalani pelatihan pembentukan tim SAR khusus.


“Tapi saat ini di masing-masing instansi sudah punya USAR ini dimana tim SAR yang punya kemampuan spesifik yakni pertolongan di medan-medan sulit,” sambung  Endro.
Endro sendiri mengaku sudah terjun ke sejumlah lokasi-lokasi bencana dengan medan yang sulit. Mulai dari Pidie, Palu hingga mengevakuasi jatuhnya pendaki di kawah Gunung Merapi beberapa waktu lalu.


“Kalau peralatan kami juga sudah punya, meski hanya terbatas. Mulai life detector, SAR dog hingga search rescue,” tandas Endro.


Gading Persada

Tinggalkan Balasan