BPJamsostek Magelang Bayarkan Klaim Hingga Rp 299,92 Miliar

MAGELANG, SM Network – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Magelang telah membayarkan klaim program jaminan sosial ketenagakerjaan sebesar Rp 299,92 milyar sampai Desember 2020. Klaim ini terdiri dari 4 program, yaitu Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Pensiun (JP).

Kepala Kantor BPJamsostek Magelang, Budi Santoso mengatakan, klaim terbesar dari JHT dengan total pembayaran Rp 281,16 miliar. Pihaknya sendiri membawahi wilayah kedu raya dengan 3 Kantor Cabang Pratama yang berada di Wonosobo, Purworejo, dan Temangggung. 

Adapun jumlah kasus pembayaran klaim JHT terbanyak ada di Kantor Cabang Magelang dengan 14.257 kasus. Lalu KC Pratama dengan jumlah kasus terbanyak di Temanggung dengan 6.739 kasus.

“Adapun rincian klaimnya Rp 141,84 milyar untuk cabang Magelang, Rp 48,04 milyar untuk KC Pratama Temanggung, Rp 54,11 milyar dengan 5.953 kasus dari KC Pratama Purworejo dan Rp 37,16 milyar dengan 4.237 kasus dari KC Pratama wonosobo,” ujarnya dalam keterangan persnya, Jumat (15/1).

Dia menuturkan, untuk kasus JKK, BPJamsostek Magelang telah membayarkan Rp 5,85 milyar dengan jumlah kasus 1.794 kasus kecelakaan kerja, sedangkan untuk kasus JKM telah dibayarkan jaminan Rp 9,77 milyar dengan jumlah kasus sebanyak 253 kasus. Berikutnya untuk program JP telah dibayarkan Rp 3,12 milyar kepada seluruh ahli waris penerima dengan jumlah kasus 3.081 pengajuan klaim.

Pembayaran klaim jaminan setiap bulan, kata Budi, mengalami fluktuatif dan untuk klaim terbanyak biasanya terjadi saat menjelang Lebaran Idul Fitri dan Natal serta Akhir Tahun. Dengan adanya pandemi Covid-19 tersebut meningkatkan jumlah klaim, karena banyaknya angka PHK di perusahaan swasta.

“Sudah banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari program jaminan sosial ketenagakerjaan, terutama dari program JKK yang cukup membantu ahli waris ketika tulang punggung keluarga telah tiada, ada banyak santunan yang mereka dapatkan,” jelasnya.

Untuk itu, pihaknya menghimbau kepada seluruh masyarakat agar mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan, terutama bagi mereka yang bekerja dan memiliki resiko pekerjaan baik resiko ringan atau resiko tinggi.

Tinggalkan Balasan