BPBD Kabupaten Magelang : Letusan Gunung Merapi Tidak Berbahaya, Masyarakat Jangan Panik

MUNGKID, SM Network – Berdasarkan laporan dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, telah terjadi erupsi Gunung Merapi dengan amplitudo 75 mm dan durasi 450 detik.

Erupsi atau letusan tersebut mengakibatkan kolom abu setinggi kurang lebih 6.000 meter dari kawah gunung dan awan panas guguran ke arah hulu kali Gendol dengan jarak maksimal 2 Km. Dari pantauan warga kolom abu disertai petir yang menyambar-nyambar juga terlihat dari wilayah Dukuh Mlambong, Desa Sruni, masuk Kecamatan Boyolali.

Warga sempat keluar rumah dan mengamati kondisi Gunung Merapi. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edi Susanto, mengatakan bahwa warga tak perlu panik terkait letusan Gunung Merapi yang terjadi pada Selasa, (3/3) sekira pukul 05.22 pagi.

“Kita sudah konfirmasi ke BPPTKG (Yogyakarta). Pihak BPPTKG menginformasikan telah terjadi letusan vulkanik pada Gunung Merapi tetapi tidak membawa material yang besar. Dan dari informasi tersebut menyatakan tidak ada penggembungan artinya tidak ada deformasi/pembesaran pada Gunung Merapi karena adanya desakan magma dari dalam,” jelas Edi saat dimintai keterangan terkait erupsi Merapi Selasa (3/3).

Menurut BPPTKG Yogyakarta, mungkin akan terjadi letusan yang sama, tetapi tidak besar dan tidak berbahaya. “Namun kebijakan yang diambil BPPTKG tetap sama untuk mengosongkan dari kegiatan masyarakat di 3 km dari puncak Gunung Merapi. Kita akan tetap mematuhi itu demi keselamatan. Masyarakat juga kami imbau untuk mengupdate informasi resmi dan jangan mempercayai berita yang tidak jelas (hoax),” kata Edi.

Terkati wilayah yang terdampak dari letusan tersebut, Edi mengatakan semula angin berhembus ke arah utara, namun saat ini ke wilayah Boyolali. Sementara itu, pantauan dari wartawan Suara Merdeka di wilayah Kecamatan dukun tepatnya di Desa Sumber dwngan radius sekitar sembilan KM dan Dusun Gemer, Desa Ngargomulyo yang memiliki radius lima km terpantau aman.

“Yang jelals di sini tidak ada abu yang turun, kegiatan warga desa berjalan seperti biasa baik pelayanan, posyandu dan aktivitas warga yang bertani biasa. Dari penuturan teman-teman dan warga terdengar suara gemuruh tadi pagi saat erupsi terjadi,” jelas Sekertaris Desa Sumber,

Eko Kalisno. Selain itu, pantauan dari objek wisata Ketep Pass yang menawarkan pemandangan melihat Merapi secara langsung, berada dalam radius sembilan km juga terpantau aman. Kepala Bagian Pemasaran dan Promosi, Edward Alvian mengatakan bahwa Ketep Pass sangat aman dikunjungi oleh wisatawan.

“Terkait dengan erupsi yang terjadi hari ini kunjungan meningkat biasanya pada weekday seperti ini hanya 100 orang perhari, hari ini mencapai 300 pengunjung. Mereka datang karena penasaran ingin melihat merapi dari sini.,” jelas Edward.


Dian Nurlita

Tinggalkan Balasan