SM/dok - MUSIM KEMARAU: Bupati Magelang, Zaenal Arifin membuka rapat koordinasi secara virtual bersama jajaran Forkompimda dalam rangka menghadapi musim kemarau.

MAGELANG, SM Network – Pemkab Magelang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berkoordinasi dengan jajaran Forkompimda Kabupaten Magelang dalam rangka menghadapi musim kemarau. Utamanya dalam upaya pengurangan risiko bencana di musim tersebut.

Koordinasi yang dilakukan secara virtual ini dibuka oleh Bupati Magelang, Zaenal Arifin dan diikuti jajaran Forkompimda, Selasa (23/3). Bupati menyampaikan, mitigasi atau pengurangan resiko bencana merupakan upaya untuk meminimalisir jumlah korban jiwa, kerugian harta benda, maupun kerusakan lingkungan akibat terjadinya suatu bencana.

“Pengurangan resiko bencana terutama menghadapi musim kemarau yang akan segera tiba saat ini, tentunya membutuhkan data yang akurat terkait informasi cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG,” ujarnya.

Dia menuturkan, hal ini sangatlah penting dan harus disampaikan kepada masyarakat sampai di tingkat desa. Tujuannya guna mempersiapkan sedini mungkin, kemungkinan terjadinya bencana di musim kemarau seperti kebakaran hutan dan lahan, angin kencang/puting beliung, serta kekeringan.

“Ketangguhan masyarakat desa dalam hal kebencanaan menjadi modal utama dalam menghadapi bencana. Untuk itu, penanganan kejadian bencana baik kejadian erupsi merapi, kebakaran hutan dan lahan, tanah longsor serta angin kencang, harus melibatkan semua elemen masyarakat baik saat situasi pra, selama, maupun pasca bencana,” ujarnya.

Zaenal menjelaskan, Pemerintah Daerah melaui BPBD telah rutin menganggarkan dana untuk melaksanakan kegiatan ketangguhan masyarakat desa melalui pelatihan kebencanaan, simulasi, dan sosialisasi. Harapannya ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana akan terbangun dengan baik dan tingkat kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana pun bisa terkondisikan dengan optimal.

“Saya harap para peserta Rakor berperan aktif dengan memanfaatkan secara optimal informasi dari Narasumber, baik tentang cuaca dan iklim dari BMKG, kondisi Gunung Merapi terkini dari BPPTKG, dan upaya penanganan kekeringan dengan sumur Bor dari DPRKP serta penanggulangan bencana dari BPBD,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edi Susanto mengutarakan, tujuan utama dilaksanakannya rakor ini untuk mendapatkan informasi terkini mengenai cuaca dan potensi ancaman bencana yang mungkin terjadi di musim kemarau.

“Dengan begitu kita berharap masyarakat, para pemangku kepentingan bisa mempersiapkan diri apabila terjadi bencana yang sesungguhnya,” tuturnya.

Melalui rakor tersebut juga diharapkan mampu terdeteksinya ancaman bencana yang lebih awal dari informasi dan pemantauan secara kontinyu, serta terlaksananya penanggulangan bencana secara terencana, terpadu, dan terkoordinasi.