Boleh Buka, Tempat Ibadah Kantongi Surat Aman Covid

SLEMAN, SM Network – Menjelang new normal pasca pandemi Covid-19, tempat ibadah sudah bisa difungsikan kembali sejak Jumat (5/6) lalu. Untuk memberi jaminan rasa aman kepada masyarakat, Pemkab Sleman meminta kepada pengurus tempat ibadah supaya mengajukan surat keterangan rumah ibadah yang aman dari Covid-19. Kabag Humas dan Protokol Setda Sleman Shavitri Nurmala Dewi menerangkan, pemberlakuan surat keterangan itu sesuai dengan amanat surat edaran Menteri Agama.

“Kami minta pengurus tempat ibadah untuk mengajukan permohonan secara berjenjang melalui Gugus Tugas Penanganan Covid-19 tingkat kecamatan. Permohonan itu juga dilampiri dengan surat pernyataan,” kata Shavitri atau akrab disapa Evi, Senin (8/6).

Setelah permohonan diajukan, Gugus Tugas tingkat kecamatan nantinya menerbitkan surat keterangan dengan ketentuan peserta ibadah mayoritas merupakan warga setempat, dan pelaksanaan kegiatan di rumah ibadah tingkat padukuhan, desa, dan kecamatan.

Sementara itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tingkat kabupaten berwenang mengeluarkan surat keterangan yang berisi ketentuan peserta ibadah banyak dari luar penduduk setempat, dan pelaksanaan aktivitas di rumah ibadah tingkat kabupaten dan kategori khusus.
“Dalam hal rumah ibadah tidak memiliki tingkatan atau jenjang, maka pengajuan dilakukan ke Gugus Tugas tingkat kecamatan,” imbuhnya.

Dalam menerbitkan surat keterangan, hal yang dicermati adalah hasil pemetaan penyebaran Covid-19 dari Dinas Kesehatan Sleman. Surat keterangan yang telah diterbitkan pun bisa ditinjau kembali dengan melihat perkembangan keadaan.

Kasi Bimas Islam Kemenag Sleman Jaenudin mengatakan, penerapan aturan surat keterangan aman Covid-19 masih dalam tahapan sosialisasi. Karenanya, jika ada tempat ibadah yang sudah melaksanakan akvitas, kemungkinan belum mengantongi surat keterangan.

“Kami belum mendata jumlah tempat ibadah yang sudah buka. Kalaupun ada yang telah melaksanakan ibadah, kemungkinan besar belum mendapat surat keterangan dari Gugus Tugas Covid-19,” ungkapnya.

Keseluruhan, jumlah masjid di Kabupaten Sleman ada 2.098. Di tiap kecamatan rata-rata terdapat 100an masjid. Jumlah langgar tercatat sebanyak 1.154, sedangkan musola 463.


Amelia Hapsari

Tinggalkan Balasan