BOB Upayakan Dukungan Pariwisata


MUNGKID, SM Network – Guna mendukung perekonomian warga pada sektor pariwisata, Badan Otorita Borobudur (BOB) melakukan serangkaian kegiatan berupa pelatihan dan pendampingan di masa pandemi Covid-19.

Kegiatan pelatihan tersebut yakni meliputi sosialisasi kebijakan daerah, implementasi protokol Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), penghitungan carrying capacity, alur wisatawan, pemetaan, zonasi wisatawan, visitor management di Destinasi dan verifikasi kesiapan pengelola dalam menyambut AKB.

Dalam Pembukaan kegiatan tersebut, Direktur Utama BOB, Indah Juanita menyampaikan, bawah kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan SDM Pariwisata.

“Tentunya untuk mengahadapi Adaptasi Kebiasaan Baru ( AKB ) di sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,” jelas Indah, dalam sambutannya saat kegiatan pelatihan DTW Ketep Pass Sawangan (17/9).

Menurut Indah, tugas utama BOB adalah bagaimana mensinkronisasi semua kegiatan pariwisata di wilayah koordinatif, yang terletak di tiga wilayah Destinasi Pariwisata Nasional (DPN) yakni Borobudur-Yogyakarta, Semarang-Karimunjawa, dan Solo-Sangiran.

“Nah ini melibatkan 29 Kabupaten/Kota sehingga kita wajib menumbuhkan kegiatan pariwisata. Karena sekarang sedang di masa pandemi, kita diwajibkan untuk melakukan pendukungan yaitu aktivasi dari destinasi-destinasi tersebut,” paparnya.

Selain itu, lanjut Indah, BOB juga telah memberikan dukungan sarana dan prasarana dalam menunjang implementasi AKB kepada pengelola Desa Wisata.

“Kami juga telah berkordinasi dengan Kementrian PUPR terkait infrastruktur serta lembaga terkait untuk bisa mencapai destinasi itu,” imbuhnya.

Rencananya pelatihan sendiri akan diadakan di 15 titik, yakni delapan titik di DIY dan tujuh titik di Jateng. “Dan satu titik itu punya anak-anak lagi. Jadinya kita berkembang,” ujar Indah.

Sementara itu Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Disporapar Provinsi Jateng, Purwanto, meminta pihak BOB agar fokus di kawasan Borobudur terlebih dahulu baru ke koordinatif lainnya.

“Hal ini karena Borobudur kita siapkan untuk Internasional. Disamping yang lain untuk pemulihan dan aktivasi ini, kita yakinkan dulu bahwa di Borobudur itu savety untuk wisatawan manca negara dalam mendukung KSPN,” kata Purwanto.

Terkait Kawasan Strategi Pariwisata Nasional (KSPN), ia mengaku pihaknya telah menyiapkan infratruktur untuk mendukung kegiatan pariwisata.

“Provinsi sudah menyiapkan beberapa infrastruktur seperti koridor bus Trans Jateng yang menghubungkan beberapa kabupaten. Hal ini temasuk infrastruktur pendukung,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyampaikan rencana terdekatnya terkait pariwisata adalah mengembalikan kepercayaan masyarakat umtuk berwisata kembali.

“Memulihkan kepercayaan masyarakat dulu, lalu menyiapakan hidup sehat bagaiamana caranya supaya semua lini masyarakat dapat betul-betul menerapakan protokol kesehatan,”papar Purwanto.

Tinggalkan Balasan