BOB Tutup Pelatihan dan Pendampingan Konten Digital

MUNGKID, SM Network – Badan Otorita Borobudur (BOB) menutup rangkaian kegiatan aktivasi SDM Pariwisata Ekonomi Kreatif (Parekraf) melalui pelatihan dan pendampingan konten digital, di Balkondes Ngargogondo, Kecamatan Borobudur, Senin (7/12).

Kegiatan tersebut digelar selama enam kali pertemuan pada tanggal 17 November sampai 7 Desember 2020, yang diikuti sebanyak 15 peserta dari perwakilan pengelola Desa wisata Sedayu, Desa Benowo, Desa Pandanrejo dan Desa Pagerharjo, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo.

Rangkaian kegiatan meliputi pelatihan dan pendampingan mengenai Fotografi, Videografi, Narasi, design grafis, dan sosial media menegement. Direktur Utama BOB, Indah Juanita, mengatakan bahwa penutupan kegiatan ini diadakan di Balkondes Ngargogondo sebab Borobudur dinilai sebagai wisata penyangga, juga sebagai tolak ukur pembelajaran pengelolaan wisata.

Kegiatan ini sendiri diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan serta membangun narasi positif untuk mengahadapi tantangan di dunia digital sektor Parekraf pada masa adaptasi kebiasaan baru.

“Jadi para peserta dilatih untuk mengemas konten yang menarik sehingga karya- karyanya tersaji dengan apik dan menarik. Elaborasi konsep tentang fotografi, videografi, narasi, design Grafis dan sosial media menegement. Nah dari itu diharapkan mampu membangkitkan gairah pariwisata sebagai akses virtual menuju destinasi pariwisata yang dikelolanya,” jelas Indah.

Menurutnya ini merupakan salah satu cara untuk bisa memberdayakan banyak destinasi yang sudah ada di wilayah kerjanya. “Jadi semoga pelatihan ini bermanfaat untuk membina dan membimbing masyarakat dalam mengembangkan pariwisata di daerahnya, yang akan di ekspos nanti agar bisa lebih bisa maju dan terkenal,” imbuhnya.

Sementara itu salah satu peserta, Khoirul Fata Rosadi yang merupakan pegiat wisata dari Desa Benowo, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo merespon positif kegiatan ini.

“Sangat membantu untuk kegiatan promosi dan dokumentasi di wisata yang kami kelola masing-masing baik dari segi foto, video, juga narasi. Sebab masing-masing destinasi itu butuh yang namanya dokumentasi,” ujar Khoirul. Menurutnya pelatihan yang diadakan selama tiga minggu ini sangat kurang.

“Yang jelas kami juga mendapat relasi antar desa, sebab destinasi kami dekat-dekat. Dari sini kedepannya kita bisa menjadi satu paket berwisata,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan