BOB Terapkan Work From Home

YOGYAKARTA, SM Network – Merebaknya virus Covid-19 yang masif di Indonesia membuat pemerintah pusat dan daerah menerapkan kebijakan social distancing untuk menekan kemungkinan terinfeksinya masyarakat.

Efeknya, beberapa kebijakan pun dikeluarkan salah satunya Work From Home (WFH) bagi para pegawai baik itu Apatur Sipil Negara (ASN) maupun swasta. Tak terkecuali di lingkungan kantor Badan Otorita Borobudur (BOB).

“Kami selalu tunduk dan patuh terhadap kebijakan pemerintah di pusat dan daerah. Termasuk penerapan WFH ini juga sudah kami terapkan juga di lingkungan kerja,” tutur Direktur Utama (Dirut) Badan Otorita Borobudur Indah Juanita, Senin (23/3).

Menurut Indah, penerapan WFH kepada para pegawai di lingkungan BOB bukan berarti mengendurkan kinerja. Sebab, banyak hal hal yang masih harus dikerjakan dan diselesaikan dalam pengembangan kawasan Borobudur Highland yang menjadi kawasan otoritatif BOB.

“Kami tetap bekerja walaupun dari rumah sebab target pengembangan kawasan otoritatif tetap menjadi perhatian BOB untuk disiapkan,” tutur dia.

Indah pun selalu mengingatkan kepada seluruh pegawai BOB bahwa penerapan WFH bukan berarti mengajak pegawai untuk malas-malasan di rumah, atau bahkan jangan diartikan sebagai sebuah liburan tambahan. Namun, dia meminta kepada pegawai BOB untuk mengartikan WFH sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan sesama.

“Ingat, masih banyak tugas kami di wilayah otoritatif yang harus diselesaikan, dan Alhamdulilah teman-teman di BOB semua paham dan mematahuhinya. Dan yang tak kalah penting adalah menjaga kesehatan pribadi dan keluarga,” ungkap wanita berhijab ini.

Terpisah, Direktur Keuangan, Umum dan  Komunikasi Publik BOB Sigit Widiyanto menambahkan, penerapan WFH di kantornya sudah dilakukan sejak Rabu (18/3) pekan lalu atau sehari usai Menteri Pariwisata Wishnutama Subandio mengeluarkan Surat Edaran (SE) penanganan Covid-19 di lingkungan Kemenparekraf.

“Sudah dilakukan sampai 14 hari  atau 31 Maret mendatang,” sambung Sigit. Lebih lanjut Sigit menjelaskan, dalam penerapan WHF di BOB hanya diperuntukkan pada pegawai pegawai diluar jajaran direksi.

Adapun pegawai yang masuk tetap menjalankan protokol pencegahan korona seperti menggunakan masker dan handsinitizer.“Kalau direksi dan Kadiv tetap masuk setiap hari sementara staf masuk bergantian sesuai keputusan masing-masing direktorat. Meski staf di rumah tapi mereka tetap terpantau, WA dan telpon harus on terus,” tandas Sigit.


Gading Persada

Tinggalkan Balasan