SMN/dok BERI ARAHAN: Direktur Industri Pariwisata dan Kelembagaan Kepariwisataan (IPKK) Badan Otorita Borobudur Bisma Jatmika memberikan pengarahan dalam sebuah kegiatan sebelum adanya pandemi Covid-19.

YOGYAKARTA, SM Network – Badan Otorita Borobudur (BOB), satuan kerja (Satker) yang berada di bawah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemanperkraf) mulai merancang pelatihan secara daring (dalam jaringan) bagi Sumber Daya Manusia (SDM) Pariwisata dan Ekraf.

Pelatihan secara online terpaksa dilakukan menyusul adanya pandemi Covid-19 yang terjadi secara global.”Karena adanya korona, kami terpaksa menunda sejumlah kegiatan seperti pelatihan kepada SDM pariwisata dan ekraf, karena tidak mungkin melakukan pengumpulan massa,” kata Direktur Industri Pariwisata dan Kelembagaan Kepariwisataan (IPKK) Badan Otorita Borobudur Bisma Jatmika, kemarin.

Meski begitu, Bisma mengaku pihaknya tak mungkin sama sekali menonaktifkan rencana kegiatan yang telah disusun. Akhirnya, penyesuaian pun dilakukan seperti pelatihan-pelatihan online yang akan dicoba dilaksanakan, terutama dengan dukungan dari Kemenparekraf, sehingga peningkatan kapasitas SDM dapat terus dilaksanakan. “Harapannya dapat memperkuat upaya pemulihan setelah pandemic dinyatakan selesai,” kata dia.

Namun, Bisma mengakui pula karena tak seluruhnya agenda yang tertunda dapat dilaksanakan secara online. Dia menyebut beberapa diantaranya seperti pelatihan lanjutan ‘coffee experience’ dan pengelolaan desa wisata, serta pelatihan dan pendampingan komersialisasi produk lokal. “Pelatihan ini sulit dilakukan online karena perlu ada prakteknya. Kami melakukan modifikasi agar pelatihan nantinya diintegrasikan dengan pendampingan komersialisasi, sehingga mendukung pemulihan pasca pandemik di sektor pariwisata dan ekraf,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Bisma, ada juga agenda pembuatan travel package dengan pelaku industri pariwisata Jogja dan Jateng yang segera akan diselesaikan setelah pandemik dinyatakan selesai. “Travel package baru ini kami harapkan mampu berperan dalam rangka normalisasi sektor pariwisata,” imbuh dia.Lebih lanjut Bisma mengungkapkan, saat ini BOB masih mengikuti instruksi dari pusat.

Pihaknya berkolaborasi dengan beberapa komunitas penggiat pariwisata agar melaksanakan upaya untuk memutus rantai penyebaran virus covid-19. Tak hanya itu, kampanye pencegahan korona juga masif dilakukan lewat media sosial dan media internet. “Kami sedang menyesuaikan lagi program kerja dengan apa yang dibutuhkan oleh SDM dan industri pasca pandemic, dengan harapan program tetap berjalan dan memberikan hasil yang lebih baik untuk pemulihan,” tutur dia.

Termasuk juga, tambah dia, BOB intens berkoordinasi dengan Pemprov Jateng dan DIY serta rekan-rekan dari industri pariwisata untuk terus melakukan mapping kondisi usaha pariwisata dan ekonomi kreatif.”Serta mencoba membantu pemerintah pusat merumuskan dukungan yang diperlukan oleh rekan-rekan di industri pariwisata dan ekraf maupun SDM pariwisata dalam menghadapi pandemik,” tandas Bisma.


Gading Persada/Kim