BOB Galakkan Program BISA di Wilayah Jateng DIY

MUNGKID, SM Network – Guna mempercepat pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif pasca pandemi Covid-19, Badan Otorita Borobudur (BOB) terus mengkampanyekan Gerakan Bersih, Indah, Sehat, Aman (BISA). Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan dan apresiasi terhadap pelaku pariwisata serta ekonomi kreatif.

“Selain menyambut wisatawan di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB), gerakan BISA juga bertujuan untuk mengembalikan kepercayaan wisatawan bahwa destinasi wisata kembali aman dikunjungi, setelah ditutupnya Covid -19 dan segera dibuka kembali, ” jelas Direktur Utama BOB Indah Juanita, Selasa (25/8) di Balkondes Bumiharjo Borobudur.

Gerakan BISA sendiri merupakan salah satu program dari BOB dan Kemenparekraf (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif), yang mengikut sertakan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dalam meningkatkan kebersihan, keindahan, kesehatan, dan keamanan destinasi pariwisata untuk mendukung wisatawan di masa adaptasi kebiasaan baru di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Maka penting bagi seluruh pemangku kepentingan pariwisata menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan,” tegas Indah.

Sebagaimana kita ketahui, bahwa adanya pandemi ini menyebabkan beberapa destinasi wisata lumpuh. “Bagaimana caranya kita mengaktivasi destinasi-destinasi tersebut, dengan cara bisa melakukan pendukungan berupa peralatan. Yang mana kita latihkan kepada pelaku pariwisata di destinasi-destinasi yang dipilih,” terangnya.

Setelah kawasan DIY, kawasan Jateng menjadi sasaran kampanye gerakan ini. “Kita lakukan di program BISA ini di beberapa titik, dengan cara yang sangat spesifik dimana kita melakukan pelatihan dari awal masuk sampai keluarnya,” ujar Indah.

Nantinya kegiatan ini akan menyasar pada tujuh desa wisata yang ada di Jawa Tengah dengan memberikan bantuan berupa peralatan kebersihan beserta kelengkapannya dan fasilitas posko kesehatan antara lain tenda sarnavil, thermo gun dan lainnya.

Selain program BISA ada beberapa langkah yang dilakukan BOB. “Jadi ada beberapa pelatihan yang dilakukan selama drop tamunya, kepada para pelaku wisata disini kita melakukan beberapa jenis pelatihan. Seperti kapasitas, jalur keluar masuknya, lalu bagaimana mereka mengoperasikan kawasannya dengan sebaik-baiknya,” kata Indah.

Sementara itu Kabid Destinasi dan Industri Pariwisata Kabupaten Magelang, Nur Supindahwati yang dalam hal ini mewakili Plt Kepala Dinas Disparpora Kabupaten Magelang, Iwan Sutiarso mengatakan banyak harapan yang disandarkan dengan keberadaan BOB. Seperti aktivasi-aktivasi terhadap daya tarik wisata diluar Candi Borobudur.

“Diketahui bahwa lama tinggal wisatawan di Borobudur cukup singkat, oleh karena itu reaktivasi desa wisata di sekitar Borobudur menjadi prioritas kami. Harapan kami wisatawan juga bisa mengunjungi desa wisata di sekitar Candi Borobudur,” jelas Nur Supindahwati.

Gerakan BISA dilakukan di tujuh titik desa wisata di sekitar zona Otoritatif BOB antara lain berada di Kabupaten Magelang yakni Desa Wisata Bumiharjo, Desa Wisata Tegalarum, Desa Wisata Kembanglimus, Desa Wisata Kenalan dan Desa Wisata Banyuroto. Sedangkan di Kabupaten Purworejo ada Desa Wisata Benowo dan Desa Wisata Sedayu. Rangkaian Gerakan BISA juga terdapat Aksi Gotong Royang untuk membersihkan destinasinya dan penempatan bantuan yang sudah disediakan yang dilaksanakan mulai 25 Agustus hingga 27 Agustus ini.


Dian Nurlita/ita

Tinggalkan Balasan