SMN/dok - DISKUSI: Direktur Industri Pariwisata dan Kelembagaan Kepariwisataan (IPKK) Badan Otorita Borobudur Bisma Jatmika (kanan) menjadi salah satu pembicara dalam Focus Group Discussion (FGD) Pemetaan SDM Pariwisata Gelangprojo di Balkondes Ngargogondo, akhir Januari 2020 lalu.

YOGYAKARTA, SM Network – Badai pandemi Covid-19 tak kunjung berakhir. Badan Otorita Borobudur (BOB) sebagai salah satu satuan kerja (satker) di lingkungan Kementerian Pariwisata Ekonomi dan Kreatif (Kemenperkraf) itu pun mengakui pandemi korona tersebut sudah memukul industri dan Sumber Daya Manusia (SDM) bidang pariwisata.

“Jika ditanya berapa prediksi kerugian akibat tertundanya event atau kegiatan pariwisata di DIY dan Jateng, saya tidak pada kapasitas untuk menjawab. Namun bisa dikatakan bahwa dampak ini cukup memukul rekan-rekan di industri pariwisata dan SDM pariwisata, serta usaha-usaha di bidang ekonomi kreatif,” papar Direktur Industri Pariwisata dan Kelembagaan Kepariwisataan (IPKK) Badan Otorita Borobudur Bisma Jatmika, Senin (13/4).

Selama ini, kata dia, dikenal ada 13 bidang usaha pariwisata dan 62 sub bidang usaha pariwisata. Sementara itu Ekonomi Kreatif terdiri dari 17 bidang. Bisma mengatakan dampak pandemik Covid-19 cukup signifikan di industri pariwisata, dimana industri seperti ini sangat sensitif terhadap isu kritis seperti terorisme, gejolak politik dan pandemik seperti saat ini.

“Pandemik menyebabkan dampak psikologis yang tinggi bagi wisatawan, sehingga pada awal pandemik terjadi penurunan perjalanan wisata, jumlah kunjungan wisatawan menurun, serta hunian hotel terkena imbasnya. Saat ini pun tingkat hunian hotel sangat rendah, dan beberapa usaha pariwisata merumahkan karyawan sebagai upaya untuk menjaga keberlangsungan usahanya, dengan harapan selesai pandemik dan pemerintah berupaya untuk melakukan upaya pemulihan, maka  pengusaha bisa mulai lagi melaksanakan bisnisnya,” jelas dia.

Meski begitu, dia pun meminta kepada pelaku sektor industri pariwisata untuk tetap kooperatif menghadapi situasi sulit seperti sekarang ini. Terlebih pemerintah juga sudah melaksanakan langkah-langkah untuk menurunkan pertumbuhan jumlah pasien penderita. Di antaranya membatasi akses perjalanan agar tidak terjadi penyebaran virus yang lebih luas.

“Hal ini tepat dilaksanakan, karena terkait dengan kemanusiaan, serta perlu dilakukan tindakan agar penyebaran virus segera berakhir dan pemulihan kepercayaan dapat dimulai lagi.  Kami berharap pandemik segera dapat berakhir. Saat ini data dampak pandemik sedang di update terus oleh teman-teman di DIY dan Jateng,” tandas Bisma.


Gading Persada