BOB adakan Pelatihan dan Pendampingan AKB di Destinasi Pariwisata Jateng

MUNGKID, SM Network -Badan Otorita Borobudur (BOB) menyelenggarakan rangkaian kegiatan aktivasi destinasi, melalui pelatihan dan pendampingan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Destinasi Pariwisata Jawa Tengah. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi Sosialiasi, Pelatihan, Pendampingan yang dilaksanakan pada 14-20 September.

“Jadi bagaimana caranya pas gongnya boleh buka, destinasi dan pelakunya sudah siap. Jadi siap-siapnya mulai sekarang. Bagaimana caranya bersiap-siap yakni dengan adanya pelatihan dan pendampingan,” jelas Direktur Utama BOB, Indah Juanita saat membuka kegiatan tersebut di Desa Wisata Kenalan, Senin (14/9).

Sosialisasi, Pelatihan, Pendampingan, dan Self Declare Adaptasi Kebiasaan Baru dilakukan berupa sosialisasi kebijakan daerah, implementasi protokol Adaptasi Kebiasaan Baru, penghitungan carrying capacity, alur wisatawan, pemetaan zonasi wisatawan, taffic management di Destinasi dan verifikasi kesiapan pengelola dalam menyambut Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

“Bahwa kebiasaan ini akan terus ditularkan kepada teman-teman yang lain agar menjadi kebiasaan baru yang benar. Jadi tidak hanya baik tetapi juga benar,” ujarnya.

Menurut Indah, sebagai persiapan menuju Adaptasi Kebiasaan Baru Pariwisata maka beberapa perlu dilakukan penyesuaian tata laksana kunjungan wisatawan sesuai dengan aturan dan protokol kesehatan di daya tarik wisata. Protokol kesehatan yang telah disusun pun perlu disosialisasikan kepada pengelola daya tarik wisata agar bersiap dan sebagai upaya untuk memenuhi protokol tersebut.

“Jadi pemenuhan protokol tersebut akan dilakukan dan dikawal agar sesuai dengan panduan yang telah ditetapkan. Pada akhirnya daya tarik wisata yang telah memenuhi protokol akan mendapatkan pengakuan berupa sertifikat Self Declare sehingga akan meningkatkan rasa kepercayaan kepada wisatawan saat berkunjung ke daya tarik wisata,” papar Indah.

Pelatihan dan pendampingan ini juga sebagai bentuk kepedulian untuk mendukung Destinasi dalam pemenuhan dan penerapan protokol kesehatan sebagai antisipasi terhadap penyebaran virus Covid-19. “Untuk pendampingan dilakukan langsung oleh tim teknis dan auditor yang berasal dari Lembaga Sertifikasi. ” Imbuh Indah.

Sementara itu Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Pemuda Olahraga Kabupaten Magelang, Iwan Sutiarso, yang hadir dalam acara tersebut sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. “Ini merupakan kegiatan yang kesekian kali yang dilaksanakan termasuk oleh Dinas Kepariwisataan Jawa Tengah, satuan Disparpora Kabupaten Magelang, dan satuan kerja yang lain terkait dengan pariwisata,” ujarnya.

Iwan menjelaskan bahwa sektor pariwisata menjadi sektor unggulan di Kabupaten Magelang, bersama sektor pertanian dan sektor UMKM. “Harapannya sektor pertanian dapat berkolaborasi dengan sektor pariwisata menjadi agrowisata. Sedangkan di industri kecil menengah jika dikolaborasikan dapat menjadi industri pariwisata yang saat ini memang sedang bergerak,” imbuh Iwan.

Kita ketahui bahwa dimasa pandemi ini, sektor pariwisata merupakan yang paling terdampak. Sebab di sektor pariwisata orang bergerak dan berkumpul. Dan itu semua mungkin dilarang. “Diharap dengan adanya kegiatan ini, mampu meningkatkan pengetahuan SDM pariwisata untuk menghadapi AKB di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dengan menerapkan SOP yang berlaku,” harap Iwan. (ita)

Tinggalkan Balasan