BMKG Imbau Persiapkan Pola Tanam Kemarau

JOGJAKARTA, SM Network – BMKG meminta agar para petani mulai mempersiapkan pola tanam yang sesuai dengan iklim kemarau supaya tidak mengalami gagal panen. Hal tersebut dikatakan oleh Kepala kelompok data dan informasi BMKG Stasiun klimatologi Sleman Etik Setyaningrum, di Yogyakarta.

Menurutnya, secara umum kondisi iklim di DIY pada awal Juli sudah memasuki musim kemarau. Hal itu terpantau dari hasil monitoring data-data distribusi curah hujan di DIY.

Suatu daerah dikatakan sudah memasuki masuk musim kemarau, apabila curah hujan dalam 1 dasaharian lebih kecil dari 50 mm dan diikuti beberapa dasarian berikutnya secara konsisten dan berkesinambungan.

“Hujan diprediksi pada dasarian (10 harian) 1 Juli hingga 2 Juli berada dalam kategori rendah dengan jumlah curah hujan berkisar 0 sampai 10 mm/dasarian,” jelas Etik.

Ia juga menjelaskan meski DIY sudah masuk musim kemarau bukan berarti tidak ada hujan sama sekali.

Lanjutnya, apabila dilihat dari hasil pengamatan pola angin sampai dengan awal bulan ini angin timuran masih mendominasi.

“Khusus untuk wilayah Jawa diprediksikan sampai dengan 3 bulan kedepan angin timuran masih mendominasi. Artinya selama periode tersebut musim kemarau masih akan berlangsung” terang Etik.

Hal tersebut diperkuat dengan data bulan Juli termasuk kategori rendah dengan intensitas 0 – 20 mm/bulan. Sedangkan untuk Agustus umumnya kategori rendah 0 sempai 10 mm/bulan, begitu pula untuk bulan September umumnya kategori rendah berkisar 0 sampai 20 mm/bulan.

Sementara itu untuk puncak musim kemarau di DIY diprakirakan terjadi pada bulan Agustus 2020.

“Kami minta masyarakat agar mempersiapkan diri. Seperti mulai menghemat air, menjaga kesehatan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan” pungkasnya.


SM/Dananjoyo

Tinggalkan Balasan