Blusukan, Mas Hadik Pastikan Protokol Kesehatan Ditaati

TEMANGGUNG, SM Network – Perpanjangan masa pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) sampai 3 Juli 2020, dijalankan secara serius oleh Pemkab Temanggung, di mana berbagai sektor telah diatur. Salah satunya adalah penerapan protokol kesehatan di pasar tradisional. Untuk memastikan hal itu, Bupati Temanggung melakukan kunjungan di pasar-pasar tradisional dan berdialog dengan pedagang maupun pengunjung.

Bupati Muhammad Al Khadziq mengatakan, pasar yang diperiksa antara lain Pasar Menggora Tembarak, Pasar Adiwinangun Ngadirejo, dan Pasar Parakan. Dalam kunjungan itu dia memastikan protokol kesehatan benar-benar ditaati dan apabila ada yang masih kurang bisa dibenahi.

“Pastikan semuanya ditaati baik pengaturan jaraknya, antar pedagang termasuk dengan pembeli. Jika ada yang tidak pakai masker harus selalu diingatkan. Di Pasar Ngadirejo penataan sudah bagus hanya kurang tempat cuci tangannya. Saya juga meminta agar lalulintas orangnya benar-benar diatur agar tidak terjadi kerumunan,”ujarnya Selasa (23/6).

Susila (50) pedagang di Pasar Adiwinangun Ngadirejo menuturkan, selain memakai masker dirinya juga mengenakan faceshield hal ini untuk menambah keamanan. Sebab sepengatuannya penularan Covid-19 ini melalui droplet, yakni dari air liur dan ingus. Virus bisa masuk lewat mulut, hidung, atau mata.

“Maka saya lebih baik berhati-hati, ingin tetap bisa berjualan tapi biar tetap aman harus sadar diri mengamankan diri. Ikuti saja protokol kesehatannya, jadi sudah sejak lebaran itu saya pakai faceshield kalau berjualan di pasar,”katanya.

Kepala Pasar Legi Parakan Siti Sundariyah mengatakan, di pasar yang dikelolanya protokoler kesehatan diterapkan secara ketat, di mana di setiap pintu masuk dijaga petugas. Warga yang akan masuk harus cuci tangan, lalu diperiksa suhu tubuhnya menggunakan thermoetergun, serta wajib menggunakan masker.

Kepala Bagian Humas Pemkab Temanggung Sumarlinah mengatakan, beberapa waktu lalu pemerintah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, melakukan penutupan sementara 5 pasar tradisional. Antara lain Pasar Jumo, Ngadirejo, Tembarak, Gemawang, dan Pasar Kandangan. Langkah tersebut ditempuh karena pasar-pasar tersebut menjadi episentrum penyebaran virus korona.

Diutarakan hingga Selasa (23/6) tercatat total ada 204 kasus korona, 45 sembuh, 2 meninggal, dan 157 masih menjalani perawatan di rumah sakit maupun karantina, baik di BLK Maron maupun Gedung Pemuda. Dari jumlah tersebut terinci 55 positif transmisi luar dan 149 kasus tranmisi lokal. Maka prinsip pembatasan kegiatan masyarakat sebenarnya untuk menekan angka penyebaran virus yang tengah menjadi pandemi di dunia ini.

“Prinsip penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) tahap dua supaya mobilitas kegiatan pemerintah maupun masyarakat termasuk di dalamnya aktivitas pasar dalam berjalan produktif, namun aman dari ancaman virus korona. Kita ingin terus berupaya semaksimal mungkin menurunkan tingkat penyebaran Covid-19. Harapannya di bulan Juli mendatang sudah semakin melandai syukur bisa 0 persen,”katanya.


Raditia Yoni Ariya/K41

6 Komentar

  1. Like!! I blog quite often and I genuinely thank you for your information. The article has truly peaked my interest.

  2. I like this website very much, Its a very nice office to read and incur information.

  3. 581579 281576Outstanding blog here! Also your website loads up quickly! What host are you using? Can I get your affiliate link to your host? I wish my website loaded up as swiftly as yours lol 383535

Tinggalkan Balasan