BLT Dana Desa di Sleman Mulai Disalurkan

SLEMAN, SM Network – Bantuan langsung tunai (BLT) bersumber dana desa bagi warga terdampak pandemi Covid-19 mulai disalurkan. Pembagian sudah dilakukan sejak Jumat (15/5) lalu diawali di Desa Ambarketawang, Kecamatan Gamping.

Dilanjutkan pada Sabtu (16/5) di 14 desa meliputi Desa Sumbersari, Sendangrejo, Sendangtirto, Purwomartani, Tirtomartani, Wedomartani, Sinduharjo, Lumbungrejo, Purwobinangun, Harjobinangun, Candibinangun, Glagaharjo, dan Tegaltirto. Pada Senin (18/5) pekan depan, pembagian dijadwalkan berlangsung di Desa Bimomartani, Pandowoharjo, Sumberejo, Widodomartani, Caturharjo, dan Umbulmartani. 

Kemudian pada Selasa (19/5), dilaksanakan di Desa Sindumartani, Merdirejo, dan Kalitirto “Diharapkan semua desa dapat membagikan BLT-DD (bantuan langsung tunai dana desa) sebelum lebaran,” kata Bupati Sleman Sri Purnomo saat meninjau penyaluran BLT-DD di Balai Desa Lumbungrejo, Kecamatan Tempel, Sabtu (16/5).

Data warga penerima bantuan ini merupakan hasil verifikasi Dinas Sosial, kecamatan, dan desa. Sri berharap bantuan dapat dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

“Aparat telah berupaya untuk menyeleksi warga. Jika ada yang belum terkover dalam BLT ini, Dinas Sosial Sleman juga sudah menyiapkan dana sehingga tetap akan menerima bantuan,” ujarnya.

Untuk Desa Lumbungrejo, pagu dana desa  sebesar Rp 1,21 miliar. Berdasar hasil musyawarah tingkat desa dinyatakan 123 KK berhak menerima bantuan. Semula ada 149 KK yang diajukan namun terkoreksi 26 KK. Maka sesuai ketentuan, besaran BLT DD yang disalurkan adalah Rp 221,4 juta.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Sleman Budiharjo menjelaskan, penyaluran BLT-DD melibatkan Bank BPD Cabang Sleman sebagai tempat rekening kas desa ditempatkan. Teknis pembagiannya ke masyarakat menerapkan protokol pencegahan Covid-19 antara lain penerima diundang secara bergiliran, tempat duduk antrian berjarak aman, menyediakan tempat cuci tangan/hand sanitizer, dan memakai masker. 

Adapun sasaran penerima BLT-DD yakni keluarga miskin non penerima bantuan PKH, BPNT, BST dan bantuan sejenis lainnya. Besaran bantuan senilai Rp 600.000 yang diberikan selama tiga bulan mulai Mei hingga Juli 2020. 

“Total nominal pagu dana desa mencapai Rp 105,03 miliar untuk 86 desa. Ketentuannya 30-35 persen diperuntukan BLT sehingga jika diestimasi jumlah penerima 19.339 KK, maka alokasinya sekitar Rp 34,81 miliar,” rincinya.

Proses pendataan calon penerima bantuan tersebut mengacu pada beberapa data. Diantaranya data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS), data warga miskin berdasar SK Bupati, warga miskin kehilangan pekerjaan, belum terdata, atau memiliki anggota keluarga mempunyai penyakit kronis, serta warga miskin terdampak ekonomi karena kehilangan pekerjaan. Pendataan dilakukan oleh relawan gugus tugas Covid-19.

Dari 86 desa, semuanya telah melakukan pendataan calon penerima BLT-DD. Pelaksanaan musdes untuk penetapan calon penerima sempat mundur dari jadwal. Pasalnya terkendala kesimpangsiuran data penerima bantuan jaminan pengaman sosial (JPS) dari pemerintah provinsi dan pusat, sehingga mundur jadwalnya.


Amelia Hapsari

1 Komentar

  1. 347472 106868I basically should tell you which you have written an excellent and special article that I genuinely enjoyed reading. Im fascinated by how nicely you laid out your material and presented your views. Thank you. 38185

Tinggalkan Balasan