Bima Perkasa Masih Inkonsisten di Dua Seri Awal

YOGYAKARTA, SM Network- Dua seri awal Indonesia Basketball League (IBL) musim 2020 sudah dijalani BPD DIY Bima Perkasa Jogja (BPJ). Bermain di GOR Sahabat Semarang (Seri I) dan GOR C-Tra Arena Bandung (Seri II), BPJ masih tampak inkonsisten dalam permainannya.

Inkonsistensi permainan tampak jelas dari hasil yang didapat dalam dua seri itu. Yakni dua kali menang dan dua kali kalah. Penyebarannya merata, karena di setiap seri David Seagers dan kolega sama-sama menelan sekali kalah dan sekali seri. Berada di peringkat 6 klasemen sementara dengan 6 angka, torehan poin mereka dapatkan saat kalah darj Louvre Surabaya di laga pembuka IBL di Semarang dan Pelita Jaya di Seri Bandung Minggu (19/1) malam. Sedangkan dua kemenangan BPD DIY Bima Perkasa didapatkan usai menaklukkan Satria Muda dan Amartha Hangtuah.

Khusus di Seri II Bandung yang digelar di C-Tra Arena, pelatih kepala satu-satunya wakil Jogja di liga basket tertinggi tanah air itu telah mengantungi evaluasi yang akan mereka perbaiki. Usai melewati pertandingan ketat melawan Hangtuah dengan keunggulan 69-65, BPD DIY Bima Perkasa melempem menghadapi Pelita Jaya yang berujung kekalahan dengan skor 67-53. 

“Konsistensi game play masih kurang. Banyak momentum yang tidak bisa dimanfaatkan anak-anak,” kata pelatih Bima Perkasa Raoul Miguel Hadinoto, kemarin.

Konsistensi permainan tidak hanya terlihat dalam game play. Sala satu legiun asing BPJ David Seagers, yang digadang-gadang menjadi pembeda dalam pertandingan malah ikut-ikutan inkonsisten. Catatan statistik empat pertandingan Seagers tergolong biasa saja. Di laga perdana melawan Laouvre, calon pemain Tim Nasional (Timnas) 3×3 Amerika Serikat untuk Olimpiade itu hanya membukukan 10 angka. Sempat membaik dengan mencetak 24 angka dan 12 rebound saat mengalahkan Satria Muda 66-58, perolehan angka Seagers naik jadi 25 poin ketika Bank BPD DIY Bima Perkasa mengalahkan Hangtuah 69-65.

Berbanding Balik

Namun ketika menghadapi Pelita Jaya, performa Seagers berbanding terbalik dari status bintang yang melekat di pundaknya. Seagers hanya mencetak lima angka, terendah selama kariernya di IBL, dua rebound, dan melakukan enam kali turnover. Beruntung para pemain cadangan BPJ mampu menjawab kepercayaan Raoul ketika perolehan poin macet gara-gara inkonsistensi Seagers. Tifan Pradita mampu menjalankan tuga Seagers sebagai point guard dengan membukukan tiga asis sementara Nuke Tri Saputra, Alan As’Adi, dan Vincent Sanjaya bergantian mencetak angka. 

“Kekurangan yang ada kami coba perbaiki di jeda waktu sebelum Seri III bergulir,” tandas sang pelatih.


Gading Persada

Tinggalkan Balasan