SM/Amelia Hapsari - DISTRIBUSI VAKSIN : Sebanyak 10.000 dosis vaksin Sinovac tiba di gudang farmasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, Rabu (13/1).

SLEMAN, SM Network – Sebanyak 10.000 dosis vaksin Sinovac tiba di gudang farmasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, Rabu (13/1). Pengiriman dari Dinkes DIY dilakukan menggunakan dua unit mobil boks Instalasi Farmasi dengan pengawalan ketat aparat kepolisian.

Setiba di UPT Pengelolaan Obat dan Alat Kesehatan (POAK) sekira pukul 09.15 WIB, stok vaksin langsung dimasukkan ke gudang farmasi. Kabag Ops Polres Sleman Kompol Danang Kuntadi mengatakan, pihaknya mengerahkan satu regu khusus untuk penjagaan gudang berisi vaksin Sinovac.

“Pengamanan dilakukan mulai hari ini bersama TNI, dan Satpol PP sampai dengan tahapan distribusi ke masing-masing puskesmas,” katanya disela kegiatan pendistribusian vaksin, Rabu (13/1).

Sementara itu, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Sleman Atikah Nurhesti mengatakan, pada tahap pertama termin kesatu ini Sleman menerima jatah 12.342 dosis vaksin Sinovac. Namun sementara ini baru 10.000 dosis yang diterima bersama 138 safety box, 13.600 jarum suntik, dan 26.000 alkohol swab.

“Dikasih 10 ribu dosis dulu karena melihat kapasitas ruangan. Sisanya nanti Senin pekan depan akan dikirim oleh provinsi,” kata Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes Sleman ini.

Setelah menerima jatah vaksin, pada Kamis (14/1) akan dilakukan kick off di Puskesmas Ngemplak 2. Kick off ini ditandai penyuntikan perdana kepada 10 tokoh publik antara lain bupati, dandim, kapolres, kajari, ketua DPRD, tokoh agama dari Kanwil Kemenag, perwakilan Dharma Wanita, dan organisasi profesi kesehatan diwakili dokter Tirta.

Selain itu, mulai Kamis (14/1) juga dijadwalkan penyaluran vaksin secara bertahap ke puskesmas. Keseluruhan ada 25 puskesmas yang semuanya akan dijadikan tempat penyelenggara vaksinasi Covid-19. “Ruang penyimpanan di puskesmas sudah sesuai standar, seperti yang ada di UPT POAK. Semisal suhu ruangan 2-8 derajat Celcius,” terang Atikah.

Untuk gelombang pertama ini, pemberian vaksin hanya menyasar SDM bidang kesehatan. Dinkes Sleman sebelumnya mengajukan sekitar 14.000 nama ke Kemenkes. Data kemudian diverifikasi dan hasilnya, belum semua bisa diakomodir di termin kesatu ini. “Kemungkinan masih ada data kesehatan atau kontak yang kurang. Tapi pendataan masih terus berlangsung, jadi tidak ada kendala meski sekarang jatahnya baru 12 ribu,” ujar dia.

Penyuntikan vaksin nantinya dilakukan oleh vaksinator terlatih. Dinkes Sleman akan menempatkan 5 petugas vaksinator di masing-masing faskes. Menjawab pertanyaan ada tidaknya sanksi bagi penolak vaksin, Atikah menegaskan sampai saat ini tidak ada aturan dari pemerintah daerah terkait hal itu. “Sejauh ini tidak akan ada sanksi. Sifatnya hanya imbauan saja agar masyarakat bersedia divaksin,” kata Atikah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here