Berkreasi Membuat Masker Untuk Akad Nikah

TAK ingin larut terdampak pandemi Covid 19, Tsaniatu Zakia bergerak membangkitkan kreativitasnya untuk mensiasati kondisi. Pengusaha muda ini berkreasi memproduksi masker berhias untuk akad nikah pengantin serta masker kain yang banyak dibutuhkan masyarakat, sekaligus untuk memberdayakan masyarakat sekitar.

Sebelum terjadinya pandemi Covid 19, Tsania memproduksi aneka aksesoris dan souvenir pengantin serta gorden. Namun, lantaran terjadi pandemi, banyak konsumen calon pengantin yang membatalkan pesanan karena tidak memungkinkan melangsungkan pesta pernikahan dalam kondisi seperti saat ini.

Padahal, dalam kondisi normal, momen bulan Ramadan dan menjelang Lebaran bisanya menjadi masa puncak pesanan dan penjualan, baik aneka souvenir, aksesoris pengantin, maupun gorden. Begitu juga dengan gorden, biasanya saat libur lebaran banyak pemudik yang pulang ke Purworejo dan membeli gorden baru. Namun dengan kondisi pandemi saat ini, masyarakat lebih mengutamakan memenuhi kebutuhan pokok dan kesehatan terlebih dulu daripada kebutuhan skunder.

“Virus ini sangat berdampak pada kami, terutama industri kreatif seperti kami. Karena, pada dasarnya industri kami ibarat kebutuhan skunder bukan kebutuhan pokok. Sementara, masyarakat sekarang memang membutuhkan barang pokok dan kesehatan yang utama,” tutur pemilik Tsania Craft di Jl Mayjen Sutoyo Purworejo ini kepada Suara Merdeka.

Mensiasati kondisi ini, Tsaniatu tak ingin hanya pasrah dan berdiam diri. Ia pun mencari peluang lain, yakni memproduksi masker kain yang memang sedang banyak dibutuhkan oleh masyarakat. Selain membantu menyediakan kebutuhan masyarakat dalam mencegah penyebaran Covid 19, dalam produksi masker ini ia juga memberdayakan warga sekitar, baik penjahit maupun penjual.

“Produksi masker dalam satu hari 200-300. Juga memberdayakan masyarakat sekitar, karena penjahit juga sedang sepi,” ungkapnya.

Selain masker kain biasa untuk masyarakat umum baik dewasa maupun anak-anak, Tsaniatu juga membuat terobosan lain dengan memproduksi masker hias bagi pengantin. Walaupun kondisi pandemi Covid 19 tidak memungkinkan masyarakat menggelar pesta pernikahan, tetapi akad nikah masih bisa dilakukan. Hal ini juga dilihat Tsaniatu sebagai peluang.

“Kalau sekarang kan ada pengantin yang hanya akad saja, saya siasati sama masker-masker hias. Biar beda dari yang lain. Kalau yang mau mengadakan akad saja bisa memakai ini,” tutur kelahiran 27 tahun silam ini.

Masker hias untuk pengantin tersebut juga diproduksi dari kain, hanya saja dihias dengan pernak pernik seperti manik-manik dan ornamen berbentuk bunga, sehingga terlihat lebih cantik. Masker kain produksinya, baik masker biasa maupun masker pengantin juga dibuat dua lapis sehingga bisa lebih memfilter dan di sela-selanya juga bisa ditambahkan tisu. Selain itu, ada juga pilihan masker kain satu lapis dan masker anak-anak dengan hiasan gambar yang menarik.

“Harapannya mudah-mudahan ke depan wabah ini segera selesai dan bisa ditangai. Supaya kita bisa hidup normal kembali dan keadaan bisa seperti semula, perekonomian juga bisa stabil,” imbuh Tsaniatu.


Panuju Triangga

Tinggalkan Balasan