Berjalan Tertib, 26 Kecamatan Lanjutkan Sosialisasi Koko

KEBUMEN, SM Network – Sosialisasi kotak kosong (Koko) berlanjut, Kamis (3/12). Bahkan dari 26 kecamatan tumpah ruah ke jalan untuk woro-woro (mengumumkan) jika kotak / kolom tanpa gambar pada surat suara itu sah dipilih.

“Kegiatan hari ini memang masih sama seperti Rabu (2/12) untuk menyosialisasikan Koko menggunakan pengeras suara,” kata salah satu pegiat Koko asal Gombong, Agus Kurniawan saat keliling, Kamis (3/12). Sejumlah kendaraan pun dikerahkan. Selain mobil yang dipasang alat pengeras suara, juga terdapat kendaraan roda tiga dan motor.

Kendaraan tersebut lengkap dengan atribut yang menonjolkan kotak kosong. Tidak ketinggalan tagline “Kotak Kosong Menang Kebumen Kondang”. Di saat bersamaan, kecamatan lainnya juga melaksanakan kegiatan serupa berupa sosialisasi Koko yang berlangsung dengan tertib sejak pukul 09.00 – 16.00.

Ratusan relawan antusias mengikuti rute yang dilalui. Masyarakat pun merespons positif. Ditambahkan salah satu relawan Koko, Tri Waluyo, sosialisasi kali ini sedianya hanya melanjutkan di kecamatan yang belum melaksanakan pada hari sebelumnya. Namun ternyata, dari 26 kecamatan melaksanakan semuanya. Mulai Rowokele hingga Prembun serta Sadang hingga Urut Sewu Kebumen.

Ia pun merasakan getaran masyarakat terhadap Koko saat dilintasi para relawan yang woro-woro tersebut. Rupanya, kata Tri Waluyo, keberadaan Koko seperti oase (penyejuk dahaga) di saat Kebumen mengalami kegersangan demokrasi lantaran hanya menghadirkan calon tunggal.

“Kalau melihat antusias masyarakat, kami optimistis kotak kosong sukses dan menang,” tandas Tri Waluyo. Lebih lanjut, pilihan terhadap Koko pun diyakini mampu menjadi solusi untuk Kebumen lebih maju ke depannya. Mengingat, pemimpin yang mengisinya jika kotak kosong menang diambil dari pejabat PNS setingkat eselon II.

Sementara itu, sejumlah warga yang ditemui membenarkan lebih cocok memilih kotak kosong ketimbang calon yang diusung partai politik. “Lebih sreg (cocok) jika calonnya bukan dari partai politik. Apa lagi kalau bukan kotak kosong,” kata Slamet, warga Puring yang diamini lainnya.

Tinggalkan Balasan