ilustrasi

SLEMAN, SM Network – Penanganan limbah masker oleh kalangan rumah tangga sebaiknya tidak dilakukan sembarangan. Selain berpotensi menjadi media penyebaran penyakit, masker yang asal buang juga dikhawatirkan bisa dimanfaatkan lagi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Untuk mencegah berbagai resiko itu, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sleman membagikan tips sederhana mengelola limbah masker yang bisa dilakukan di skala rumah tangga. “Disarankan, masker direndam dengan deterjen terlebih dulu untuk menghilangkan kuman yang menempel. Setelah itu, baru dibuang dalam keadaan terpotong atau tergunting untuk menghindari pemakaian ulang masker,” terang Juru Bicara Gugus Covid-19 Sleman Shavitri Nurmala Dewi, Kamis (7/5).

Sementara itu, penanganan limbah yang dihasilkan di shelter penampungan orang dalam pemantauan (ODP), sampah kategori rumah tangga diangkut oleh UPTD Pelayanan Persampahan. Sedangkan sampah kategori alat pelindung diri termasuk masker, disendirikan karena termasuk sampah infeksius atau limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

“Nanti ada perusahaan atau pihak ketiga yang mengolah limbah kategori B3. Masing-masing rumah sakit atau fasilitas kesehatan, pengelola limbahnya lain-lain,” katanya. Penggunaan masker di masa pandemi Covid-19 menjadi suatu keharusan, terutama saat berada di luar rumah. Lantaran keterbatasan jumlah masker bedah dan diprioritaskan bagi tenaga medis, masyarakat umum dianjurkan untuk menggunakan masker kain.

Menurut Tim Airbone Diseased RSUP Sardjito, Ika Trisnawati, masker dari bahan kain dapat dijadikan pilihan. Namun syaratnya, harus dicuci setiap hari. “Tidak harus masker bedah. Masker kain juga bisa digunakan tapi mesti dicuci tiap hari,” kata dokter spesialis penyakit dalam konsultan paru ini. Masyarakat tidak dianjurkan memakai masker kain yang belum dicuci lebih dari satu hari, untuk memastikan penutup mulut dan hidung itu dalam keadaan bersih saat dikenakan.

Ika menambahkan, masker digunakan di luar rumah untuk menghindari resiko penularan Covid-19 secara droplet. “Kalau di luar rumah, kita belum tentu aman karena bertemu dengan orang lain. Kita tidak tahu apakah orang tersebut carrier atau orang tanpa gejala, terlihat sehat tapi di dalam tubuhnya mengandung virus,” urainya. Lain halnya ketika berada di rumah, dimana masker hanya digunakan ketika kondisi sakit seperti batuk dan flu. Namun jika dalam kondisi sehat, penggunaan masker di rumah tidak diperlukan.


Amelia Hapsari

2 KOMENTAR